Konten dari Pengguna

Belajar Meningkatkan Produktivitas Dari Toyota

Sukron Munawar

Sukron Munawar

Merupakan Trainer, Instruktur dan Motivator Produktivitas di Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D), Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi , Provinsi DKI Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
24
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sukron Munawar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mobil Toyota. Sumber : www. unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mobil Toyota. Sumber : www. unsplash.com

Toyota adalah perusahaan Jepang yang berhasil mendunia dan menjadi pemimpin pasar kendaraan roda empat. Perusahaan-perusahaan lain dapat belajar meningkatkan produktivitas dari Toyota.

Toyota didirikan pada tanggal 28 Agustus 1937 oleh Kiichiro Toyoda, anak dari Sakichi Toyoda sang pencetus industri Toyota yang sebelumnya memproduksi mesin jahit. Perusahaan ini berpusat di kota Tokyo, Jepang.

Produk Toyota saat ini sudah digunakan hampir di seluruh dunia, dari benua Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia.

Pabrik Toyota tersebar di banyak negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Filipina, Vietnam, Mesir, Indonesia dan masih banyak yang lainnya.

Cikal bakal Toyota di Indonesia dimulai pada tanggal 12 April 1971 dengan didirikannya PT Toyota Astra Motor, sebuah perusahaan patungan antara Toyota Motor Corporation (TMC) dengan PT Astra International.

Menerapkan Kaizen, Perbaikan Terus-Menerus

Salah satu rahasia Toyota meningkatkan produktivitas dan mendunia seperti saat ini adalah konsisten dan persisten dalam melakukan kaizen, perbaikan terus-menerus atau continuous improvement.

Perbaikan itu diterapkan dengan melakukan banyak kegiatan peningkatan produktivitas seperti melakukan gerakan 5S yaitu seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke.

Selain menerapkan 5S, Toyota juga melakukan suggestion system atau SS, sebuah usulan perbaikan yang dilakukan oleh setiap individu karyawan di PT Toyota.

Toyota juga mengadakan Quality Control Circle (QCC) yaitu sebuah kegiatan menyelesaikan permasalahan pekerjaan yang dilakukan oleh tim kecil beranggotakan 5 sampai 10 orang karyawan.

Bahkan QCC ini diperlombakan antar divisi dan departemen dalam sebuah acara bernama konvensi QCC-SS dengan menampilkan berbagi kaizen terbaik dari karyawan Toyota.

Menurut Bapak Warih A. Tjahjono, Vice President Director TMMIN dalam sebuah video berjudul Toyota Indonesia's QCC SS Activity - Energizing our work, Energizing the industry yang diunggah di dalam Youtube tahun 2015, beliau mengatakan :

Langkah awal dalam QCC adalah memperbaiki lingkungan kita sendiri. Tapi dampaknya kalau lingkungan kerja menjadi lebih bagus, maka kerja menjadi lebih baik, kalau kita kerja lebih baik dampaknya semua area dan produk yang kita ciptakan akan menjadi lebih baik.

Kalau masyarakat bangsa kita ini, 250 juta, semua orang berpikir untuk menjadi praktisi masing-masing idenya 1 cm, memberikan pemerintah dan bangsa, berarti akan ada 250 juta cm ide setiap hari, negara kita akan menjadi negara gemah ripah loh jinawi seperti di cerita wayang dahulu.

Toyota juga menerapkan lean manufacturing atau lebih dikenal sebagai Toyota Manufacturing System (TPS).

TPS adalah metode atau filosofi kerja yang berfokus pada peningkatan dan optimalisasi sistem produksi dengan menghilangkan berbagai pemborosan dalam menciptakan produk.

Dalam bukunya yang berjudul Kaizen, Masaaki Imai menjelaskan tujuh kategori pemborosan yang disampaikan oleh Taiichi Ohno, seorang pelopor TPS.

Tujuh pemborosan dalam Toyota Production System adalah sebagai berikut :

  1. Produksi berlebihan

  2. Pemborosan waktu yang dihabiskan pada mesin

  3. Pemborosan yang terjadi dalam pengangkutan unit-unit

  4. Pemborosan dalam pemrosesan

  5. Pemborosan dalam membuat penyediaan barang (inventory)

  6. Pemborosan gerakan

  7. Pemborosan dalam bentuk unit-unit yang rusak (defect)

Dalam memproduksi mobil, Toyota sangat memperhatikan kualitas, yaitu memperhatikan kebutuhan konsumen.

Cara yang dilakukan oleh Toyota dalam memuaskan kebutuhan konsumen adalah dengan mengeluarkan berbagai varian mobil sesuai kebutuhan konsumen.

Toyota mengeluarkan berbagai jenis mobil dengan kategori multi vehicle purpose (MVP) atau kendaraan serba guna seperti Toyota Voxy, Toyota Veloz , Toyota Alphard, Toyota Avanza, Toyota Innova dan Toyota Calya.

Toyota juga mengeluarkan varian sedan seperti Toyota Camry, Toyota Altis dan Toyota Corolla

Selain itu, Toyota juga mengeluarkan berbagai jenis varian produk dengan kategori SUV, hybrid, hatchback, komersial dan sport.

Toyota Menjadi Pemimpin Pasar Indonesia

Tujuan meningkatkan produktivitas salah satunya adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Indikator daya saing perusahaan Toyota dapat dilihat dari seberapa kuat merk mobil Toyota memimpin penjualan pada pasar kendaraan roda empat di Indonesia.

Berdasarkan data penjualan mobil yang diambil dari kompas.com dan data tersebut diolah dari Gaikindo, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil bermerek Toyota dari tahun 2010 menduduki peringkat pertama.

Data Penjualan Mobil Tahun 2010. Sumber : Kompas.com

Tahun 2015 penjualan mobil merek Toyota, masih menduduki peringkat pertama dengan total penjualan 300.317 unit. Adapun varian mobil terlaris adalah toyota Avanza dengan total penjualan 162.070 unit. (Sumber : https://otomotif.kompas.com/read/2015/12/21/072200115/Deretan.Mobil.Terlaris.di.Indonesia.Selama.2015 ).

Tahun 2021, penjualan mobil juga menunjukkan hasil yang sama, Toyota menduduki peringkat pertama sebagai merek mobil paling laris. dengan total penjualan 290.499 unit disusul oleh Daihatsu sebanyak 151.107 unit. (Sumber : https://kumparan.com/kumparanoto/10-merek-mobil-terlaris-2021-toyota-teratas-mitsubishi-ketiga-1xKJBYyZ1Xv/3)

Melihat data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Toyota adalah pemimpin pasar lebih dari satu dekade.

Hal ini tidak lepas karena Toyota terus meningkat produktivitas sehingga daya saing semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan oleh karyawan, pemegang saham, bahkan masyarakat sekitar dan rakyat Indonesia.

Saya berharap, perusahaan-perusahaan dan UMKM di Indonesia dapat mencontoh apa yang dilakukan Toyota dalam meningkatkan produktivitas.

Harapannya, dengan mencontoh apa yang Toyota lakukan, akan lahir industri-industri baru di Indonesia yang menjadi world class company yang akan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat banyak di Indonesia. Amin ya rabbal alamin.

Salam Produktivitas,

Kita Indonesia, kita produktif