Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anggota DPR RI asal Sulbar Bangga Pakai Baju Adat Mamasa

SULBAR KINIverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota DPR RI Dapil Sulbar, Arwan Aras, dengan pakaian adat Mamasa. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPR RI Dapil Sulbar, Arwan Aras, dengan pakaian adat Mamasa. Foto: Dok. Istimewa

MAMUJU TENGAH - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Barat, Arwan Aras, menghadiri peringatan hari jadi Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) ke-7, Sabtu (14/12).

Arwan hadir dengan penampilan berbeda dari tamu lain pada umumnya. Hampir seluruh tamu menggunakan pakaian adat dengan baju jas tutup, lipa saqbe (sarung sutera) lengkap dengan keris dan songkok kaliki.

Namun, politisi muda PDI Perjuangan yang juga merupakan putra Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, ini datang menggunakan pakaian adat Kabupaten Mamasa berwarna putih.

Pakaian adat tersebut bernama Tana’ Bulawan, lengkap dengan penutup kepala (Passapu), sarung (Dodo) dan Talana Toraya Tallu Buku (celana khas Mamasa) berwarna merah.

Saat ditanya sejumlah wartawan, Arwan mengatakan pakaian adat Mamasa yang dia gunakan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Mamasa secara umum dan masyarakat Mamasa yang bermukim di Mamuju Tengah.

"Ya baru minggu lalu pakaian adat ini jadi. Dari awal saya niatkan untuk menggunakan pakaian adat ini. Tentu, ini bentuk apresiasi saya kepada masyarakat Mamasa secara umum dan warga Mamasa yang sudah menetap di Mateng," kata Arwan.

Menurut Awang, panggilan akrabnya, menggunakan pakaian adat Mamasa merupakan apresiasi kepada warga Mamasa di Mateng sebab selama ini telah ikut membangun dan membantu kemajuan daerah Mateng.

Sebagai anggota DPR RI mewakili Sulbar, Arwan mengaku memiliki kewajiban melestarikan seluruh potensi budaya yang dimiliki Sulbar. Foto: Dok. Istimewa

"Saudara kita dari Mamasa yang tinggal di Mateng sudah berkontribusi bagi pembangunan daerah, termasuk selama ini menjaga toleransi dan kerukunan yang dibangun dengan baik selama ini," ujarnya.

Ketua KONI Mamuju Tengah itu juga mengaku memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan seluruh potensi budaya yang dimiliki Sulawesi Barat, termasuk budaya Mamasa.

"Saya merasa sangat berkewajiban juga untuk menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperomosikan budaya Sulawesi Barat. Salah satunya pakaian adat Mamasa ini," jelasnya.

Khusus untuk hari jadi Mamuju Tengah ke-7, Arwan berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan dan peningkatan pembangunan daerah di berbagai sektor.

"Sebagai kabupaten baru dan bungsu di Sulbar, tentu kita komitmen untuk mensupport dan ikut membantu kemajuan daerah ini. Meski demikian, kita lihat sendiri di usianya yang ke-7 tahun ini, sudah terlihat banyak kemajuan. Tapi kita akan terus memberikan dukungan agar daerah ini semakin maju dan berkembang," tandasnya.