Antisipasi PMK, Karantina Pertanian Mamuju Koordinasi Dinas Peternakan Bone

Konten Media Partner
14 Maret 2023 8:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pejabat Karantina Pertanian Mamuju mengunjungi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone. Foto: Dok. Karantina Pertanian Mamuju
zoom-in-whitePerbesar
Pejabat Karantina Pertanian Mamuju mengunjungi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone. Foto: Dok. Karantina Pertanian Mamuju
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Karantina Pertanian Mamuju melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) dan virus Jembrana pada hewan ternak yang dikirim ke Kalimantan.
ADVERTISEMENT
Diketahui, lalu lintas hewan ternak asal Kabupaten Bone banyak dikirim ke Pulau Kalimantan melalui Pelabuhan Simboro Mamuju. Khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.
"Jumlah lalu lintas sapi asal Bone melalui pintu pengeluaran di Mamuju ke Kalimantan sangatlah besar, sehingga diperlukan persamaan persepsi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bone terkait Permentan yang baru dalam melalulintaskan ternak," ungkap Kepala Karantina Pertanian Mamuju Agus Karyono melalui keterangan tertulisnya, Senin (13/3/2023).
Agus menambahkan, salah satu perbedaan Permentan Nomor 17/2023 dengan Permentan Nomor 15/2021 adalah diwajibkannya pengguna jasa untuk melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari provinsi dan kabupaten asal ternak sebagai salah satu persyaratan lalu lintas ternak.
"Diperlukan prosedur yang tidak berbelit-belit dan tidak memberatkan pengguna jasa namun juga tidak mengurangi esensi dari Permentan Nomor 17/2023 sehingga perputaran ekonomi juga tidak lambat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Bone, Andi Musafir, mengatakan pihaknya selama ini cukup intens membangun komunikasi dengan pejabat Karantina Pertanian Mamuju dalam rangka penanganan PMK dan virus Jembrana pada hewan ternak.
"Diprediksi pergerakan lalu lintas ternak dari Bone ke Kalimantan akan meningkat pada bulan Ramadhan sebagai persiapan menyambut Idul Qurban, terlebih Kabupaten Bone merupakan sentra ternak terutama sapi di Sulawesi dengan populasi mencapai 280 ribu ekor," ungkap Andi Musafir.
Dia menuturkan, tingginya lalu lintas ternak dari Bone ke Kalimantan melalui Mamuju lantaran jarak tempuh pengiriman ke Kalimantan lebih dekat jika dibandingkan melalui Parepare dan Barru.