Kumparan Logo
Konten Media Partner

Berpotensi Dicaplok Kaltim, Warga Kepulauan Balabalakang Tuntut Perhatian Sulbar

SULBAR KINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aliansi Masyarakat Peduli Balabalakang melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Barat. Foto: Awal Dion/SulbarKini
zoom-in-whitePerbesar
Aliansi Masyarakat Peduli Balabalakang melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Barat. Foto: Awal Dion/SulbarKini

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Balabalakang melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (21/2/2022).

Peserta aksi menyuarakan aspirasi mereka di kantor DPRD Sulbar sambil membawa spanduk bertuliskan "Save Balabalakang, Jangan Ada yang Main-main soal Balabalakang. Itu Harga Diri Kami." Sebelum di kantor DPRD Sulbar, massa juga mendatangi kantor DPRD Mamuju.

Peserta unjuk rasa, Adhi Riady, mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju untuk memperhatikan nasib masyarakat yang berada di kepulauan terluar Sulbar di Selat Makassar itu.

Adhi menyebutkan bahwa Kecamatan Kepulauan Balabalakang masuk dalam wilayah Kabupaten Mamuju. Kendati demikian, dia menilai kurangnya perhatian Pemkab Mamuju untuk masyarakat dalam hal kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, kondisi Kepulauan Balabakang yang juga tiap tahun terkikis abrasi.

"Buat apa kami bertahan di Sulbar jika tidak ada perhatian," kata Adhi Riady dalam orasinya.

Pengunjuk rasa lainnya, Nasmuddin, mengatakan bahwa Kepulauan Balabalakang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, juga didukung dengan keindahan alam sebagai destinasi wisata.

"Balabalakang satu-satunya daerah kepulauan yang ada di Sulawesi Barat. Apabila kami masyarakat Balabalakang menyatakan sikap ingin ke Kalimantan Timur, dengan senang hati Kalimantan Timur akan menerima kami dan memenuhi keinginan apa yang kami butuhkan," ujar Nasmuddin.

"Kami ingin tetap di Sulawesi Barat dengan catatan sayangi kami, kasihani kami layaknya sebagai anak kandungmu, jangan jadikan kami anak tiri wahai bapak gubernur yang duduk santainya dengarkan kami, wahai anggota DPRD dengarkan kami, wahai penentu kebijakan yang ada di pusat dengarkan kami jangan permainkan Balabalakang. Ini Balabalakang harga mati bagi kami," tegas dia.

Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Balabakang ini diterima anggota DPRD Sulbar Mulyadi Bintaha, Kepala Kesbangpol Sulbar Herdin Ismail, dan Wakil Ketua DPRD Mamuju Syamsuddin Hatta.