Bertemu Gubernur Sulbar, Warga Balabalakang Singgung soal Ancaman Abrasi
·waktu baca 2 menit

Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baal Masdar, menerima kunjungan Aliansi Masyarakat Peduli Balabalakang di kantor Gubernur Sulbar, Rabu (23/2/2022).
Pada pertemuan tersebut, Ali Baal menyatakan bahwa pembangunan di kepulauan terluar Sulbar yang berbatasan dengan Kalimantan Timur itu harus dikonsultasikan dengan sejumlah pihak karena merupakan daerah konservasi.
"InsyaAllah tahun ini akan ada sedikit perubahan yang akan masuk dari Kementerian Perhubungan untuk pembangunan dermaganya, dari BNPB dan perikanan," kata Ali Baal.
Di akhir periode jabatannya, Ali Baal menyatakan dirinya akan menyampaikan ke pelaksana tugas Gubernur Sulbar yang ditunjuk untuk memberikan perhatian terhadap Kepulauan Balabalakang yang masuk wilayah Kabupaten Mamuju.
"Kita akan upayakan dulu tanggul pemecah ombak, mudahan-mudahan di APBD Perubahan dialokasikan. Karena pemerintah ABM-Enny akan berakhir Mei mendatang, nanti akan disampaikan pada pemimpin selanjutnya," ujar dia.
Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Balabalakang, Subhan, mengatakan bahwa tuntutan mereka yang mendesak yakni menyelamatkan gugusan Kepulauan Balabalakang dari ancaman abrasi yang terjadi setiap tahunnya.
"Penyelamatan pulaunya dulu yang harus diutamakan, nanti baru setelah ada penyelamatan pulau baru barangkali kita bisa berangkat membicarakan hal yang lain, misalkan perbaikan sarana pendidikan, kesehatan, pembangunan jaringan telekomunikasi, dan lain sebagainya," kata Subhan.
Dia menekankan adanya perhatian Pemprov Sulawesi Barat untuk membangun dan menyelamatkan Kepulauan Balabalakang dari ancaman abrasi.
"Kalau di kemudian hari paling lambat di tahun 2022 itu tidak ada aksi nyata, maka setidaknya kami akan menagih kembali. Semoga tahun ini dapat betul-betul terealisasi walaupun mungkin secara bertahap karena kemampuan anggaran, dan itu tidak ada masalah. Intinya ada reaksi nyata dari pihak pemerintah," tandas Subhan.
(Ayu/rls)
