Bertemu Mentan SYL, Zudan Arif Usulkan Pengembangan Kopi dan Kakao di Sulbar

Konten Media Partner
7 September 2023 19:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh di sela-sela pertemuan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok. Pemprov Sulbar
zoom-in-whitePerbesar
Penjabat Gubernur Sulbar Zudan Arif Fakrulloh di sela-sela pertemuan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok. Pemprov Sulbar
ADVERTISEMENT
Banten - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Zudan Arif Fakrulloh menghadiri pembukaan Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2023 yang dilaksanakan di Banten, Kamis (7/9/2023).
ADVERTISEMENT
Pada kesempatan itu, Zudan bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Keduanya membahas terkait pengembangan potensi pertanian Sulbar, khususnya kakao dan kopi yang menjadi komoditas unggulan daerah ini.
Zudan mengusulkan 1.000 hektar bibit kopi dan kakao yang mendapatkan respons positif Syahrul Yasin Limpo. Zudan juga berdiskusi dengan Mentan SYL terkait pengolahan kakao menjadi beberapa produk.
"Diversifikasinya untuk menuju pengolahan, menjadi suvenir, coklat, dan minuman. Sedangkan di hilirnya teman-teman entrepreneur dan Dinas Perdagangan UMKM di enam kabupaten kolaborasi terus untuk melakukan pemasaran," kata dia.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Syamsul Maarif mengatakan, saat ini terdapat 800 kakao produktif yang dikembangkan di Sulbar.
Menurut Syamsul, pihaknya juga mendorong program intensifikasi penggantian tanaman tua dengan tanaman baru serta penambahan luas areal untuk meningkatkan produktivitas.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, Dinas Perkebunan Sulawesi Barat sudah membuat roadmap pembangunan perkebunan melalui rencana strategis tahun 2022-2026 dengan fokus mengembalikan kejayaan tanaman kopi, kakao, dan kelapa di Sulbar melalui Gerakan Kembali ke Tanaman Kopi dan Kakao (GS-5K).
"Lahan perkebunan di Desa Batupanga, Kabupaten Polewali Mandar, akan difungsikan sebagai penghasil bibit terintegrasi kopi, kakao, dan kelapa yang didesain dalam bentuk nursery terintegrasi. Lahan yang disiapkan seluas 10 hektare," pungkas Syamsul. (adv)