Cerita Bongga, Ditemukan Selamat Usai Tersesat di Hutan Selama 10 Hari

Bongga (55), warga Desa Datu Baringan, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sempat dikabarkan hilang sejak Minggu (21/6) lalu. Ia dikabarkan tersesat saat masuk ke hutan untuk mengambil papan sebagai bahan bangunan rumah.
Tuduan, istri Bongga menuturkan, suaminya tersebut sudah terbiasa keluar masuk hutan dan kembali pada sore hari. Namun, hari itu ia sama sekali tidak ada kabar. Karena khawatir, Tuduan lalu melapor ke aparat desa setempat dan mulai dilakukan pencarian pada Senin (22/6). Namun, selama satu minggu warga menyusuri hutan, Bongga tak kunjung ditemukan.
Mendengar kabar orang hilang di hutan di Kecamatan Pana, Komunitas Pecinta Alam (KPA) Mamasa kemudian melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk bersama-sama melakukan pencarian. Sebanyak 9 orang tim KPA bersama 4 orang personel Polres Mamasa dan warga setempat kembali melakukan pencarian pada Selasa (30/6).
"Begitu kami dapat kabar, kami langsung koordinasi dengan sejumlah komintas pencinta alam termasuk pihak Polres Mamasa. Setelah semua terkoordinasi, kami langsung turun ke lapangan," kata Boyke, salah satu anggota KPA Mamasa yang turut melakukan pencarian terhadap Bongga.
Selama satu hari tim pencarian tersebut menyusuri hutan lebat di wilayah Kecamatan Pana, Bongga akhirnya ditemukan di tengah hutan dalam keadaan selamat sekitar pukul 14.30 WITA.
Kaur Bin Ops Satuan Intelkam Polres Mamasa, Ipda Muhammad Elyas, yang memimpin langsung pencarian mengatakan Bongga ditemukan di tengah hutan belantara di Gunung Buttu Puang.
"Saat kami temukan, yang bersangkutan sehat tapi tidak menemukan jalan untuk kembali ke rumahnya," ucap Elyas.
Menurutnya, sesaat sebelum ditemukan, Bongga sedang tertidur. Saat itu, salah seorang anggota tim pencarian menebang pohon. Bongga yang tertidur tak jauh dari lokasi tersebut kaget dan terbangun. Ia pun lalu berteriak sehingga tim pencari kemudian mendatangi sumber suara dan mendapati Bongga.
"Katanya ia sedang tidur, namun saat mendengar ada pohon tumbang, ia berteriak dan kami mendatangi sumber teriakan tersebut dan mendapatinya dalam keadaan selamat," ungkap Elyas.
Usai ditemukan, Bongga lalu dievakuasi dari atas gunung menuju salah satu pondok di kebun milik warga untuk diberi makan dan minum. Kepada tim pencari, Bongga mengaku bertahan hidup selama 10 hari di hutan dengan memakan tumbuhan yang ada dan minum dengan cara memeras air lumut.
"Menurut cerita beliau kepada kami saat ditemukan, selama 10 hari itu ia hanya makan tanaman di hutan dan minum air lumut agar bisa bertahan hidup. Sebelum tersesat di tengah hutan, katanya ia menemukan jalan yang sangat bagus dan menyusuri jalan itu. Saat hendak pulang, selalu turun hujan dan berkabut sehingga ia tidak bisa kembali," tutur Elyas.
Selain itu, Bongga juga mengaku selama 10 hari di tengah hutan, ada dua orang yang menemaninya, satu laki-laki dan satu perempuan. Bongga menuturkan dirinya juga berkebun selama di dalam hutan.
"Ia bercerita, berkebun. Bahkan dalam perjalanan kami saat turun gunung usai ditemukan, beliau sempat menunjuk lahan kebunnya namun kami tidak melihat ada kebun. Hanya dia yang bisa melihatnya. Selain itu, ia juga mengaku bertemu dengan dua orang di hutan tersebut, satu perempuan dan satu orang tua laki-laki," sambung Elyas.
Bripka Ridwan, personel Polres Mamasa yang juga turut dalam pencarian mengaku senang karena bisa menemukan Bongga dalam keadaan selamat.
"Saat ditemukan saya melihat dia dalam keadaan sehat, saya langsung merasa lega karena dalam pemikiran normal manusia ia tidak mungkin bisa bertahan karena persediaan bekal yang dibawa dari rumah menurut istrinya hanya sehari saja," ujar Ridwan.
Saat ini, Bongga sudah berada di kampungnya dan berkumpul kembali dengan keluarganya di Desa Datu Baringan, Kecamatan Pana, Mamasa.
