Dampak Corona, Pria di Mamuju Ini Banting Setir Jual Masker Kain

Heril Bakri (38), bisa dibilang pandai mencari peluang bisnis. Di tengah pandemi virus corona, ia yang sebelumnya berjualan kaos kaki memilih banting setir dengan berjualan masker kain.
Alhasil, dagangannya pun laris mengingat banyak warga yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan masker bedah serta adanya imbauan pemerintah untuk menggunakan masker kain saat keluar rumah.
"Saya menjual masker sudah delapan hari di sini," kata Heril yang menggelar lapak jualannya di Jalan Jendral Sudirman, Mamuju, Rabu (8/4).
Menurutnya, saat libur kantor dan sekolah seperti saat ini, dagangan kaos kaki tidak laku. Sementara ia harus menafkahi istri dan kedua anaknya.
"Terpaksa menjual masker, kita mau makan apa, bisa-bisa kelaparan. Beda kalau pegawai, mereka digaji per bulan," ujarnya.
Heril bilang, masker yang dijualnya dibeli dari penjahit langganannya yang ada di Mamuju. Dibuat dari kain halus dan berbagai warna. Ia mengaku, sekali pesan sampai 70 masker dan dijualnya kembali dengan harga Rp 10 ribu.
"Alhamdulillah, dalam sehari bisa dapat pembeli Rp 200 ribu," katanya.
Tak sekadar menjual masker, Heril pun senantiasa mengingatkan pembeli maupun warga yang melintas untuk menggunakan masker.
"Saya buka di sini dari pukul 07.00 sampai 18.00," ucapnya.
Irwan, salah seorang pembeli mengaku merasa terbantu di tengah sulitnya mendapatkan masker bedah yang dijual di toko-toko. Sementara ada anjuran dari pemerintah untuk menggunakan masker setiap keluar rumah guna mencegah penularan virus corona.
"Cukup terbantu di tengah kelangkaan masker yang dijual di toko," pungkasnya.
