Dianggap Judi, Polres Mamasa Setop Permainan Lempar Gelang

Kepolisian Resor (Polres) Mamasa, Sulawesi Barat, menghentikan permainan lempar gelang yang diadakan beberapa oknum pedagang kaki lima pada kegiatan pasar malam Pekan Raya ke-4 Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) yang dipusatkan di Mamasa.
Hal itu dilakukan Polres Mamasa setelah permainan yang dianggap mengandung unsur judi tersebut diprotes sejumlah warga dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) setempat.
"Permainan lempar gelang ini pada dasarnya bisa termasuk kategori judi jika dilakukan untuk mencari keuntungan atau bertaruh. Sebaliknya, bisa menjadi permainan biasa jika tidak ada unsur taruhan dan hanya sebagai hiburan saja," ungkap Kapolres Mamasa, AKBP Arianto, Jumat (5/7).
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan panitia setelah mendapat laporan dari masyarakat.
"Kami tetap melakukan investigasi di lapangan sebagai acuan sebelum mengambil keputusan. Kami tegaskan, permainan lempar gelang tersebut sudah dihentikan," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua LBH Kondosapata, Maikhal R, telah meminta Kapolres Mamasa untuk menghentikan permainan lempar gelang tersebut melalui surat terbuka. Maikhal menilai, beberapa oknum pedagang sudah memanfaatkan kegiatan keagamaan dengan membuka arena judi yang sifatnya terselubung melalui kegiatan hiburan.
"Judi yang dimaksud adalah dalam bentuk lempar gelang dan beraneka macam permainan yang di dalamnya terpenuhi unsur adanya pertaruhan dan mendapatkan keuntungan bergantung pada peruntungan belaka, atau permainannya hanya untuk mereka yang terlatih," kata Maikhal.
Menurutnya, permainan lempar gelang tersebut tidak saja melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku, namun mencederai tatanan moral di Mamasa.
"Kegiatan pekan raya ini merupakan kegiatan keagamaan umat Nasrani yang tidak boleh dicemari oleh aktivitas yang berbau judi dan pelanggaran hukum lainnya," ujarnya.
Permainan lempar gelang sendiri dilakukan dengan cara melempar gelang karet ke sasaran yang disediakan. Sebelum bermain, pengunjung harus membeli gelang karet yang akan dipakai melempar ke sasaran yang dipajang pedagang sebagai hadiah. Mulai dari air mineral, minuman bersoda, hingga minyak goreng.
Pengunjung akan membawa pulang hadiah tersebut jika gelang yang dilemparkan melingkar pada sasaran.
-------------------
Penulis : Leo
Editor : Sapriadi
