Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Usai Gempa, Harga Ikan di Mamuju Melambung
·waktu baca 1 menit

Harga ikan di Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, khususnya di Pasar Sentral dan Pasar Regional Mamuju.
Alling, salah seorang penjual ikan di Pasar Regional Mamuju mengatakan tingginya harga ikan salah satunya dikarenakan banyaknya ikan yang masuk dari luar wilayah Mamuju, seperti Mamuju Tengah dan Majene.
"Apalagi ikan katombo (ikan kembung), harganya Rp 60 ribu per kilogram. Kalau harga normal Rp 25 ribu per kilogram," kata Alling, Sabtu (5/6/2021).
Sementara ikan bandeng masih relatif normal dengan harga Rp 20.000 per tiga ekor.
Hamdan, penjual ikan lainnya mengaku kenaikan harga ikan di Mamuju disebabkan hasil tangkapan nelayan menurun pascagempa 6,2 magnitudo pada pertengahan Januari 2021 lalu.
"Bukan hanya di Mamuju, tapi berdampak juga di Majene," ujarnya.
Hasim, salah seorang nelayan mengatakan sebelum gempa para nelayan biasanya mendapat tangkapan ikan mulai 4 ton hingga 5 ton sekali berlayar. Namun, pascagempa 6,2 magnitudo, nelayan biasanya mendapatkan hasil tangkapan 5 keranjang berukuran 50 kilogram.
"Tidak sebanding penghasilan dengan biaya operasional, bahan bakar solar satu sampai dua drum sekali berlayar," ucapnya.
Menurut Hasim, sepanjang bulan Mei dan Juni tahun-tahun sebelumnya biasanya nelayan panen hasil tangkapan ikan.
"Sekarang justru berkurang," tuturnya.
Hastuti, ibu rumah tangga di Mamuju mengatakan, dirinya harus menyiasati menu makanan sejak kenaikan harga ikan. Salah satunya dengan tahu dan tempe sebagai pengganti ikan.
"Semoga harga ikan kembali normal," harap dia.
