Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kata Kades Kondobulo soal Jembatan Gantung di Desanya Diduga Digarap Asal-asalan

SULBAR KINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan gantung di Dusun Salusokon, Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan gantung di Dusun Salusokon, Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Foto: Istimewa

Kepala Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Oni Marthen, menanggapi terkait pengerjaan jembatan gantung di desanya yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Menurut Oni, jembatan gantung tersebut dikerjakan sejak tahun 2015 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Desa Kondobulo. Rehabilitasi dilakukan pada tahun 2022 dengan menggunakan dana sebesar Rp 8 juta yang bersumber dari anggaran dana desa (ADD).

"Anggarannya Rp 8 juta, nah itu hanya rehab," kata Oni Marthen, Rabu (22/2/2023).

Dia bilang, pengerjaan jembatan gantung itu hanya mengganti papan landasan dan balok.

"Hanya baloknya sama papan diganti, tidak ada pembesian. Memang kondisinya seperti itu, tidak ada rang di sampingnya, hanya besi penggantung saja sebagai pelindung," tuturnya.

Oni menyebut jembatan gantung itu merupakan satu-satunya akses warga setempat untuk pergi ke sawah maupun membawa hasil panen.

Sebelumnya, jembatan gantung yang berada di Dusun Salusokon, Desa Kondobulo, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju itu disorot warga lantaran diduga dikerjakan asal-asalan.

"Memang menjadi pertanyaan masyarakat terkait cara kerjanya. Pertama tidak sesuai dengan jembatan yang dibangun di tempat lain, terus anggarannya tidak jelas karena tidak ada terpasang papan informasi (proyek)," ungkap salah seorang warga, Suardi Y Kutana, Senin (20/2/2023).

Suardi menyebutkan jembatan gantung sepanjang 50 meter itu dibangun dengan menggunakan anggaran dana desa setempat dan pengerjaan di tahun 2022. Kendati demikian, dia menilai, kondisi jembatan cukup rawan, apalagi menjadi akses warga untuk mengangkut hasil perkebunan.

"Jembatan gantung tersebut, balok penyangga lantai papan sangat jarang, bahkan dibantu dengan tongkol kayu. Begitu juga, kawat pengaman di samping kiri kanan sangat jarang. Ini bisa membahayakan warga saat melintas, apalagi kondisi sungai di bawah jembatan ini airnya deras dan banyak bebatuan," ujarnya.