Kejanggalan di Balik Gagalnya Dua Paskibraka Sulbar ke Jakarta karena COVID-19
ยทwaktu baca 3 menit

Dua anggota Paskibraka asal Sulawesi Barat (Sulbar) yang gagal berangkat ke Jakarta karena positif virus corona atau COVID-19 menuai polemik. Hal ini setelah pihak keluarga salah satu anggota Paskibraka yang gagal berangkat ke Jakarta melayangkan surat terbuka ke Presiden Joko Widodo dan viral di media sosial.
Sebelumnya, Arya Maulana Mulya dari SMA Negeri 2 Majene dan Kristina dari SMA Negeri 2 Mamasa yang menjadi perwakilan Sulbar batal berangkat usai dinyatakan positif COVID-19. Keduanya terpilih melalui serangkaian seleksi ketat di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Mereka kemudian digantikan oleh Paskibraka lainnya. Arya Maulana Mulya digantikan Muhammad Juandi Ali dari SMA Negeri 3 Polewali Mandar dan Kristina digantikan Anggi F Tamutuan yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Mamasa.
Namun, kakak Kristina, Melkisedek Takatio, melihat ada kejanggalan dalam pergantian Paskibraka yang akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.
Usai dinyatakan positif COVID-19, Kristina dipulangkan ke Mamasa dari Mamuju tanpa pengawalan petugas COVID-19 dan tanpa alat pelindung diri (APD).
Dua hari kemudian Kristina kembali melakukan tes swab dan hasilnya negatif COVID-19. Namun dia tetap tidak jadi berangkat karena sudah digantikan Paskibraka lainnya.
Hal yang dinilai janggal lainnya karena pengganti Kristina bukan Paskibraka yang masuk dalam daftar cadangan, yakni Nuraliyah dari Kabupaten Pasangkayu. Dia digantikan Anggi F Tamutuan yang juga siswi SMA Negeri 1 Mamasa yang sebelumnya tidak termasuk dalam daftar cadangan.
Hal sama dirasakan Arya Maulana Mulya yang digantikan oleh Muhammad Juandi Ali dari SMA Negeri 3 Polewali Mandar. Arya mengaku sempat minta dites PCR ulang, namun tak disarankan oleh pihak Dispora Sulbar. Kini dia mengaku kecewa dan sempat drop.
"Mungkin belum rezeki saya untuk berangkat (ke Jakarta)," tandasnya.
Menanggapi polemik itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Barat, Muhammad Hamzih, mengatakan pihaknya sudah meminta kebijakan di Jakarta untuk menunda keberangkatan Arya dan Kristina hingga satu minggu ke depan. Namun permintaan itu tidak diterima.
"Malahan sudah pelepasan oleh gubernur. Tapi hasil tes swab keluar Sabtu (24/7), sementara pusat sudah jadwal harus berangkat hari itu juga, tiketnya sudah ada," kata Hamzih.
Menurut dia, pihak Dispora Sulbar telah menghubungi cadangan Paskibraka putri dari Kabupaten Pasangkayu, namun yang bersangkutan tak lagi mempunyai waktu untuk melengkapi berkas administrasi. Dispora Sulbar kemudian memilih Anggi F Tamutuan sebagai pengganti Kristina dari SMA Negeri 1 Mamasa.
"Anggi ini urutan ketiga setelah Kristina dan dari Pasangkayu itu. Kami telepon ke Mamasa saat itu, ternyata dia on the way ke Makassar. Jadi kami langsung minta tes swab agar bisa berangkat," ujar Hamzih.
Dia memastikan tidak ada intervensi dalam perekrutan anggota Paskibraka karena melibatkan tim penilai yang terdiri dari TNI, Polri, dan Dispora Sulbar. Hamzih menyatakan pihaknya akan meminta pemerintah pusat untuk memberikan sertifikat kepada dua anggota Paskibraka Sulbar yang gagal berangkat.
"Kalau nantinya mau masuk ASN, Polri atau TNI, bisa diprioritaskan lewat jalur prestasi," tandasnya.
