Kisah Haru Pensiunan TNI AD di Mamuju: Tanpa Rumah, Hidup Seorang Diri di Gubuk
ยทwaktu baca 3 menit

Namanya Hasan Juntak. Purnawirawan TNI AD tersebut sebelumnya viral di media sosial yang menggambarkan kehidupannya tinggal di sebuah gubuk di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Penelusuran Sulbar Kini, Hasan Juntak terakhir bertugas di Kodim 1427/Pasangkayu sebelum memasuki masa pensiun di tahun 2017. Dia memulai pendidikan Tamtama pada tahun 1985 kemudian bertugas di Batalyon 725 pada rentang tahun 1985-1994.
"Pindah ke Kodim Muna (Sulawesi Tenggara) tahun 1995. Setelah mengikuti caba khusus Babinsa, saya bertugas di Kodim 1409 Gowa (Sulawesi Selatan) tahun 1996 sampai dengan 2005, dan pindah lagi ke Kodim 1418 Mamuju dan tugas terakhir tahun 2017 saya pindah ke Kodim 1427 Pasangkayu hingga pensiun," ungkap Hasan Juntak, saat ditemui Komandan Kodim 1418/Mamuju Letkol Inf. M. Imasfy, Sabtu (13/8/2022).
"Saya selama berdinas baik di Kodim 1418 Mamuju maupun Kodim 127 Pasangkayu tidak pernah tinggal di rumah dinas, meskipun saya sudah diberikan rumah dinas di rusun Kodim 1418 Mamuju. Saya lebih senang memilih tinggal di rumah kebun dan itu adalah kebiasaan yang susah saya hilangkan lantaran hobi," kata dia.
Usai pensiun, Hasan Juntak kemudian menetap di Mamuju seorang diri tanpa memiliki rumah. Pensiunan prajurit berpangkat Sersan Mayor (Serma) itu menumpang hidup di sebuah gubuk yang didirikan di kebun milik warga.
Istri pertama Hasan Juntak diketahui telah meninggal dunia. Dia bercerai dengan istri keduanya yang kini tinggal di Kabupaten Gowa, Sulsel, bersama anak-anaknya.
Diboyong ke Mes Kodim oleh Dandim 1418/Mamuju
Mendengar hal itu, Dandim 1418/Mamuju Letkol Inf M. Imasfy merasa terharu dan langsung memboyong Hasan Juntak untuk tinggal di mes Kodim 1418/Mamuju.
"Sekarang saya sudah siapkan mes untuk bapak sementara waktu. Tapi ingat, jangan sampai saya sudah siapkan mes bapak tetap memilih tinggal di rumah kebun," kata M. Imasfy.
Di mes tersebut, Dandim 1418/Mamuju sudah menyiapkan sejumlah fasilitas, mulai dari spring bed, hingga perlengkapan lainnya untuk Purn. Serma Hasan Juntak.
"Saya tersentuh karena beliau tinggal di Mamuju dalam kondisi seperti itu. Ditambah lagi berada di wilayah saya, sehingga saya siapkan mes untuk ditinggali sementara waktu," ucap Imasfy.
Selain mengajak tinggal di mes Kodim 1418/Mamuju, M. Imasfy juga mengusulkan pembangunan rumah untuk Hasan Juntak. Dia pun segera berkoordinasi dengan Pemkab Mamuju untuk hibah dan dimasukkan dalam program bantuan rumah.
"Bantuan itu hanya bisa diberikan jika tanahnya milik pribadi. Maka dari itu kita carikan lahan dan akan dibuatkan dokumen atas nama bersangkutan. Purnawirawan lain juga akan urungan untuk membantunya," jelas Dandim Mamuju.
Hasan Juntak yang menerima atensi dari Dandim Mamuju itu berterima kasih ke jajaran Kodim 1418/Mamuju.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan dari Kodim 1418 Mamuju," tandas Hasan Juntak.
