News
·
20 Juli 2021 13:53
·
waktu baca 2 menit

Lubang Sedalam 4 Meter Muncul di Rumah Warga, BPBD Mamuju Sebut Ada Aliran Air

Konten ini diproduksi oleh SULBAR KINI
Lubang Sedalam 4 Meter Muncul di Rumah Warga, BPBD Mamuju Sebut Ada Aliran Air (1045751)
searchPerbesar
Lubang sedalam 4 meter dan berair yang muncul di rumah warga yang sementara direnovasi di Desa Takandeang, Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Dok. Istimewa/SulbarKini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, telah menurunkan tim untuk meninjau langsung lubang sedalam 4 meter yang tiba-tiba muncul di rumah salah satu warga di Desa Takandeang yang sementara direnovasi pascagempa 6,2 magnitudo.
ADVERTISEMENT
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Mamuju, Muh. Taslim, mengatakan, timnya telah menurunkan mesin pompa untuk menguras air yang ada di lubang tanah tersebut untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
"Kami sudah menguras air yang ada di dalam lubang itu untuk mengetahui kondisinya. Dan ternyata ada aliran air di bawah, sehingga dugaan kita ada aliran air dari gunung yang berpindah menyebabkan adanya lubang," jelas Taslim, kepada Tim Sulbarkini, Selasa (20/7/2021).
Kendati demikian, Taslim belum bisa memastikan fenomena tersebut terkait dengan getaran gempa yang terjadi di daerah itu.
Untuk mengantisipasi terjadinya longsoran yang bisa membahayakan warga di sekitar lokasi, BPBD Mamuju akan memasang cincin saluran air sehingga tanah tidak terkikis oleh aliran air yang mengalir di dalam lubang tanah.
ADVERTISEMENT
Kepala Desa Takandeang, Muhammad Anwar, mengatakan kejadian munculnya lubang sedalam 4 meter di rumah warga yang sedang direnovasi itu terjadi pada Minggu (19/7/2021) malam. Padahal di lokasi tersebut tidak ada lubang atau galian tanah sebelumnya.
"Malam kemarin ada laporan dari warga terkait munculnya lubang di salah satu rumah warga. Saya langsung meninjau lokasi ternyata benar ada lubang tersebut dan ada air di dalamnya," ujar Anwar.
Sebagai solusi, pemerintah desa setempat bersama BPBD Mamuju akan merelokasi pemilik rumah ke tempat lain yang dianggap aman.
"Karena muncul tepat di bawah pondasi rumah, maka diputuskan pemilik rumah akan direlokasi ke tempat yang dianggap aman," imbuhnya.