News
·
2 Agustus 2021 20:18
·
waktu baca 2 menit

Massa Seruduk Kantor Gubernur Sulbar Buntut Polemik Paskibraka

Konten ini diproduksi oleh SULBAR KINI
Massa Seruduk Kantor Gubernur Sulbar Buntut Polemik Paskibraka (284182)
searchPerbesar
Massa seruduk kantor Gubernur Sulawesi Barat buntut polemik penggantian Paskibraka. Foto: Dok. Zulkifli
Sejumlah massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pemerhati Keadilan Generasi Muda Sulawesi Barat mendatangi kantor Gubernur Sulbar, Senin (2/8/2021) siang.
ADVERTISEMENT
Aksi unjuk rasa itu sebagai buntut dari polemik penggantian Paskibraka Sulbar yang diutus mengikuti Diklat Paskibraka Nasional di Jakarta.
Koordinator aksi, Sopliadi, mengatakan polemik penggantian personel Paskibraka Sulbar tersebut telah mencederai nilai kemanusiaan dan nilai keadilan.
Dia juga meminta Gubernur Sulbar tidak tinggal diam dan mencopot Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulbar Muhammad Hamzih, kepala bidang, dan tim seleksi yang diduga telah melanggar surat keputusan yang telah dikeluarkan.
"Hamzih harus mundur meletakkan jabatannya jika masih punya kehormatan. Gubernur juga jangan diam dan harus bertindak tegas," tegas Sopliadi.
Dalam selebarannya, peserta aksi menduga ada permainan yang dilakukan pihak Dispora Sulbar. Mereka juga mendesak Gubernur Sulbar untuk memanggil tim medis dan BPOM Mamuju terkait hasil pemeriksaan PCR yang menyatakan Arya Maulana Mulya dan Kristina positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan pastikan aksi ini akan berlanjut sampai kemudian meminta masyarakat Sulbar untuk mendesak Gubernur Sulbar untuk turun dari jabatannya," tandasnya.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Kadispora Sulbar Muhammad Hamzih membuat surat pernyataan siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melanggar dalam proses penggantian anggota Paskibraka yang mewakil Sulbar di tingkat nasional.
"Atas kejadian dugaan kecurangan penerimaan Paskibraka Nasional, maka dengan ini sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulbar siap dicopot dari jabatan dan diproses hukum, bunyi surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani Muhammad Hamzih itu.
Selain di depan kantor Gubernur Sulbar, aksi unjuk rasa massa ini juga dilakukan di halaman kantor DPRD Sulbar dengan tuntutan serupa.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020