Mendapat Penolakan, Kajian Ustaz Firanda di Sulbar Ditunda

Kajian Ustaz Firanda Andirja bertema 'Cinta Tanah Air' yang seharusnya digelar pada Senin (2/9) di Masjid Agung Syuhada Polewali, ditunda.
Penundaan tersebut terjadi lantaran adanya penolakan dari sejumlah pihak yang menilai isi ceramah ustaz Firanda meresahkan dan cenderung intoleran. Penolakan tersebut salah satunya datang dari pimpinan pusat Thariqah Qadiriyah, KH Muhammad Saleh.
Dalam pernyataan sikapnya, KH Ilham Saleh mengaku menyesalkan tindakan Pemkab Polman dan Polres Polman yang mengundang Ustaz Firanda Andirja untuk mengisi kajian. Menurut KH Ilham Saleh, isi ceramah Ustaz Firanda dianggap bisa membuat sesama Muslim terganggu, bersikap intoleran, dan dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan beragama di Polman dan Sulbar.
"Mengingat kondisi negara yang belakangan mendapat ujian dalam hal konflik antarumat beragama, menyayangkan bilamana pengajian Ustaz Firanda Andirja dilaksanakan mengingat besarnya penolakan masyarakat serta kekhawatiran akan adanya hal yang tidak diinginkan terjadi," ujar KH Ilham Saleh, dalam pernyataan sikapnya, Minggu (1/9).
Penolakan juga datang dari Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Barat. Sudirman, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Barat, menyayangkan rencana Pemkab Polman dan Polres Polman mendatangkan Ustaz Firanda. Sudirman menilai, ceramah yang dibawakan oleh Ustaz Firanda cenderung kontroversial dan bisa membuat masyarakat resah.
"Kami berharap kedatangan Ustaz Firanda di Polman dibatalkan," katanya.
Menyikapi penolakan tersebut, Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai, mengatakan rencana kehadiran Ustaz Firanda di Polman ditunda. Hal itu, kata dia, berdasarkan kesepakatan dari panitia Kajian Spesial 'Cinta Tanah Air'.
"Informasi yang kami terima, panitia sepakat kegiatan ini ditunda. Rencana untuk menghadirkan Ustaz Firanda ini sepenuhnya oleh panitia, Polres (Polman) hanya menerima rencana kegiatan itu dan melihat temanya bagus," ujar Rifai.
(Sapriadi)
