News
·
24 Februari 2021 11:15

Muncul Kubangan Air Sedalam 10 Meter Usai Gempa di Majene, Warga Khawatir

Konten ini diproduksi oleh SULBAR KINI
Muncul Kubangan Air Sedalam 10 Meter Usai Gempa di Majene, Warga Khawatir (278710)
searchPerbesar
Kubangan air sedalam 10 meter lebih yang muncul usai gempa 6,2 magnitudo di Majene. Foto: Dok. Istimewa
Pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) dini hari, warga Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, merasa khawatir dengan munculnya kubangan air dengan kedalaman 10 meter.
ADVERTISEMENT
Kepala Desa Bambangan, Saifuddin, mengatakan kubangan air tersebut berada di Desa Bela, Kecamatan Tapalang, Mamuju, yang berbatasan langsung dengan desanya. Kubangan air ini muncul akibat longsor yang menutupi aliran Sungai Deking di Malunda usai gempa.
Menurut Saifuddin, kubangan air tersebut telah menampung ribuan kubik air yang dikhawatirkan bisa meluap dan membahayakan warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai. Seperti warga di Desa Bambangan, Kayuangin, Lombong Timur, Lombang, dan Kelurahan Malunda.
"Yang pertama desa saya terdampak duluan, karena lebih dekat dengan hulu sungai bila dibandingkan dengan desa-desa lainnya," kata Saifuddin, Selasa (23/2).
Dia menambahkan, hasil tinjauan warganya beberapa waktu lalu, genangan air sekitar 300 meter dengan kedalaman di atas 10 meter.
ADVERTISEMENT
"Itu data minggu lalu," ujar dia.
Mengantisipasi hal tersebut, Saifuddin mengungkapkan, dirinya selaku pemerintah desa megimbau warganya yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sungai pada saat kondisi lagi hujan.
"Yang pastinya saya sudah melaporkan, selebihnya tindak lanjut urusan pemerintah daerah," ucapnya.
Camat Malunda, Salahuddin, mengatakan pihaknya sudah mendengar terkait munculnya genangan air pascagempa akibat tanah longsor.
"Saya sudah dengar itu. Makanya saya langsung konfirmasi ke pak Desa Bambangan, saya dikirimkan foto-fotonya. Ada warga Bambangan yang sudah berkunjung ke titik lokasi, perjalanannya itu satu hari lebih," jelas Salahuddin.
Dari informasi yang diperoleh, lokasi tersebut kerap terjadi longsor dan menampung air yang mengalir ke Sungai Deking.
ADVERTISEMENT
"Tapi tidak tertutup sepenuhnya. Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati, dan saya juga sudah sampaikan ke DPRD provinsi kemarin saat berkunjung ke kantor. Karena ini kan bukan wilayah Kecamatan Malunda, daerah Bela, Mamuju," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020