Musik Bambu dan Tarian Adat Mamasa Tandai Peresmian Kolam Renang SCV Tetean

Satu lagi destinasi wisata baru hadir di Mamasa, Sulawesi Barat. Kolam renang SCV Tetean yang dibangun di tengah persawahan di Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, dan menyerupai kapal pesiar bila dilihat dari kejauhan menambah pilihan destinasi wisata yang ada di daerah ini.
Peresmian kolam renang wisata oleh Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, itu turut menghadirkan tari tradisional Mamasa yang diiringi musik bambu sebagai wujud pelestarian budaya dan adat istiadat Mamasa.
Pemilik kolam wisata SCV Tetean, Seni Budi, mengatakan, dipilihnya pementasan tarian adat Mamasa dan iringan musik bambu di sela-sela peresmian kolam renang tersebut sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur yang masih dijaga hingga kini.
"Musik bambu dan tari-tarian adat sengaja ditampilkan pada acara peresmian sebagai upaya melestarian warisan leluhur. Apalagi di objek wisata ini tetap menampilkan identitas budaya dan adat Mamasa melalui lukisan khas Mamasa yang mengelilingi dinding kolam mini," kata Seni Budi, Senin (30/11).
Ia menjelaskan, kolam renang yang dibangun di samping Sungai Tetean yang terkenal dengan kejernihan airnya dan menyerupai kapal pesiar itu terinspirasi dari sebuah lagu Mamasa tempo dulu.
"Mamasa montong kapala’ illan limbong kalua narande salu tetean, yang artinya jika dipandang dari jauh ada wilayah di Mamasa seperti kapal pesiar yang sedang berlabuh yang di bawahnya ada Sungai Tetean. Dari lagu itu, sehingga kita terinspirasi membuat wisata kolam renang ini mirip kapal pesiar," jelasnya.
Selain untuk pengembangan wisata, Seni menyebutkan pembangunan kolam renang tersebut bisa menjadi tempat bagi generasi muda di Mamasa untuk melatih diri, khususnya olahraga renang.
"Selain mendorong kemajuan pariwisata, ini akan menjadi wahana anak-anak kita ke depan untuk melatih diri di bidang olaraga renang, karena saya lihat belum ada anak-anak kita yang bisa juara di olahraga renang karena tidak adanya fasilitas latihan," tutur Seni.
"Ini juga akan menjadi tempat mengasah kemampuan generasi muda Mamasa yang ingin masuk TNI dan Polri, karena seleksi TNI dan Polri selalu ada tes berenang," tambahnya.
Satu yang menjadi harapan Seni yaitu adanya dukungan pemerintah daerah, dalam hal ini pembenahan akses jalan menuju tempat wisata tersebut.
"Akses jalan yang ada sekarang masih tanah dan batu lepas, belum ada pengaspalan," tandasnya.
