Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pembukaan Kembali Objek Wisata di Mamasa Tunggu Petunjuk Teknis New Normal

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hamparan pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Mambuliling di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulbar. Foto: Frendy/sulbarkini
zoom-in-whitePerbesar
Hamparan pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Mambuliling di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulbar. Foto: Frendy/sulbarkini

Rencana pembukaan sejumlah objek wisata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masih menunggu hasil rapat pihak terkait, khususnya petunjuk teknis penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19.

Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Arvin, mengatakan pertemuan terkait pembukaan objek wisata di Mamasa baru akan dilakukan pada Rabu (1/7) mendatang. Rapat tersebut akan membahas mekanisme penerapan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata yang akan dibuka nantinya.

"Penyampaian dari tim gugus tugas objek wisata sudah bisa dibuka kembali di masa new normal atau kehidupan baru, namun hal itu baru secara lisan, belum ada penyampaian secara tertulis," ungkap Arvin, Rabu (24/6).

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan di objek wisata ini harus dibahas bersama sejumlah pihak sebelum objek wisata dibuka secara bertahap.

"Poin penting yang harus dirapatkan bersama adalah mekanisme protokol kesehatan saat berada di objek wisata, kemudian hasil rapat tersebut akan kita sampaikan ke sejumlah pengelola wisata," ujarnya.

Kepala Desa Tondok Bakaru, Matheus Daniel Dasaratu menambahkan, terkait pembukaan objek wisata yang ada di desanya masih akan dibicarakan dengan para pengelola dan komunitas pegiat wisata yang ada di desa yang ditetapkan sebagai desa wisata di Mamasa itu. Matheus bilang beberapa pengelola saat ini masih ragu untuk membuka objek wisata.

"Sebagian mereka masih ragu, jangan jika tiba-tiba dibuka tidak siap dalam hal pengawasan, termasuk alat-alat yang digunakan dalam penerapan protokol kesehatan. Karena kalau objek wisata dibuka kembali, protokol kesehatan harus ketat," ucap Matheus.

Andarias, salah seorang pengelola objek wisata di Mamasa mengatakan, dirinya siap kembali membuka objek wisata miliknya di masa new normal dengan ketentuan mengikuti protokol kesehatan.

"Sebaiknya ada perlengkapan APD dari Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa," harapnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanganan COVID-19 Kabupaten Mamasa, Amos Pampang Bone, mengingatkan pembukaan objek wisata yang ada di Mamasa harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

***

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!