Pemuda Desa di Sulbar Ekspor 25 Ton Sapu Lidi Senilai Rp 147 Juta ke India
·waktu baca 2 menit

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan ekspor perdana sebanyak 25 ton sapu lidi (broom stick) atau senilai Rp 147 juta dengan tujuan ke India.
Pelepasan ekspor perdana sapu lidi tersebut dilakukan langsung Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar bersama Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar beserta pejabat Karantina Pertanian Mamuju dan Forkopimda pada Jumat (22/4/2022).
Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, menyebutkan bahwa ekspor sapu lidi tersebut merupakan hasil kreativitas para pemuda di Desa Sambali Wali, Kecamatan Luyo, yang tergabung dalam CV Coco Mandar.
"Patut kita berbangga dan angkat jempol kepada anak-anak kita ini atas kemampuannya menembus pasar ekspor komoditi sapu lidi ke India," kata Ibrahim.
"Saat ini, sapu lidi menjadi komoditas baru dan menambah jajaran komoditi sumber daya alam kita yang telah diekspor sebelumnya seperti kopi, kakao, dan briket batok kelapa. Tentunya hal ini sangat menggembirakan," sambung dia.
Menurut Ibrahim, selama ini Sulawesi Barat mengekspor kelapa dalam bentuk kopra. Namun, kelapa juga memiliki banyak produk turunan, seperti tepung kelapa, air kelapa, sabuk hingga lidi.
"Produk yang oleh masyarakat kita dibuang percuma dan dianggap sebagai sampah yang tidak ada manfaatnya, tetapi ternyata memiliki nilai tinggi setelah diolah menjadi sapu lidi. Tentu ini sebuah terobosan dan inovasi yang perlu untuk terus didukung dan dikembangkan," lanjut adik kandung Gubernur Sulawesi Barat ini.
"Mudah-mudahan dengan ekspor ini bisa memacu semangat masyarakat kita, anak-anak muda lainnya untuk mau menjadi wirausahawan muda mengingat produk turunan pohon kelapa dari akar sampai daun semuanya mempunyai nilai tambah ekonomi yang tinggi di pasaran dan merupakan komoditi ekspor," papar Ibrahim.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, menambahkan bahwa sapu lidi telah menambah ragam komoditas ekspor pertanian asal Sulbar selain sawit, kopi, kakao dan briket batok kelapa.
"Eksportir kita ini terdiri dari para milenial yang memiliki bentuk kepedulian terhadap daerah dan masyarakat dengan mengumpulkan lidi dari petani sawit dan kelapa yang sudah tidak bernilai namun diolah untuk dijadikan sebagai barang yang memiliki nilai jual yang tinggi dengan cara diekspor," ujar dia.
