Penjelasan BMKG soal Fenomena Halo Matahari yang Terlihat di Sulbar dan Sulsel

Fenomena matahari yang dikelilingi bulatan menyerupai cincin terlihat di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Sabtu (6/3) siang. Pantauan Sulbar Kini, fenomena ini bisa terlihat di Mamuju, Majene, hingga di Kabupaten Wajo, Sulsel.
"Terlihat dari pukul 11.00 (WITA) sampai pukul 1 (13.00 WITA)," ungkap Muhammad Herman, warga Wajo, yang sempat mengabadikan fenomena tersebut.
Prakirawan BMKG Majene, Arman, menjelaskan fenomena matahari bercincin itu disebut dengan halo matahari. Fenomena ini terjadi akibat adanya radiasi atau sinar matahari dalam perjalanan ke bumi menembus lapisan awan cirrus stratus atau lapisan awan halus yang merata.
"Ini sering terjadi bukan hanya (pada) matahari, tetapi juga pada bulan yang dikelilingi cincin pelangi," kata Arman.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat atau kearifan lokal, fenomena ini sebagai pertanda hujan akan mengguyur beberapa hari ke depan. Arman menjelaskan, fenomena halo matahari ini terjadi saat lapisan awan cirrus stratus dalam jumlah yang banyak.
"Itu tidak ada waktunya, bisa setiap saat kalau mendukung kondisi atmosfernya. Tergantung juga kalau awan cirrus-nya, (kalau) sedikit tidak ada. Tapi kalau awan cirrus-nya banyak, biasanya muncul," jelasnya.
Arman mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan fenomena matahari tersebut.
"Dan juga tidak menimbulkan kejadian aneh seperti iritasi bagi kulit," pungkasnya.
