Kumparan Logo
Konten Media Partner

Penjelasan BMKG soal Warga Majene Mengaku Dengar Suara Dentuman di Laut

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi dentuman. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dentuman. Foto: Shutterstock

MAJENE - Warga Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, digegerkan dengan adanya kabar soal suara dentuman misterius yang terdengar dari dasar laut.

Kepala Seksi Trantib Kecamatan Malunda, Yusriah, mengatakan suara dentuman dari dasar laut itu terdengar dua kali di perairan Desa Maliaya, yaitu sekitar pukul 09.00 WITA dan pukul 18.00 WITA, Selasa (26/1).

"Memang benar Pak, karena saya konfirmasi langsung sama kepala desanya. Namun kita tidak tahu itu dentuman apa. Hanya saja, saya selaku pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik," kata Yusriah, saat dikonfirmasi, Selasa (26/1) malam.

Menurut dia, dari informasi yang diterima kepala desa setempat, warga saat ini memilih mengungsi ke ketinggian. Yusriah menyebutkan, sebelum terjadi gempa berkekuatan 5,9 magnitudo pada Kamis (14/1) siang yang disusul dengan gempa 6,2 magnitudo pada Jumat (15/1), sejumlah warga juga mengaku mendengar suara dentuman di laut.

"Ya memang, sebelum gempa 5,9 (magnitudo) mengguncang, ada juga dentuman yang didengar masyarakat. Menurut penyampaian rekan kami," ujarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Majene, Agus, dalam rilisnya yang diterima Sulbar Kini meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar.

Menurutnya, dari hasil monitoring Pusat Gempa Regional (PGR) IV Makassar, menunjukkan tidak ada data rekaman seismik yang mencatat adanya gempa di wilayah tersebut.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar. Memastikan informasi mengenai gempa bumi berasal dari lembaga resmi BMKG," jelasnya.

Data Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Sulawesi Barat per Selasa (26/1) mencatat sebanyak 105 orang meninggal dunia imbas gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1) dini hari.

Ke-105 orang yang meninggal dunia itu masing-masing 95 orang dari Mamuju dan 10 orang dari Majene, termasuk dua di antaranya meninggal di pengungsian karena sakit. Tiga orang di Majene dilaporkan hilang diduga tertimbun longsor.

Adapun warga yang mengungsi sebanyak 92.075 orang, dengan rincian 59.005 orang di Mamuju, 27.637 di Majene, dan 5.433 orang di Polewali Mandar (Polman).