'Perahu Cinta' di Villa Edelweiss, Primadona Baru Wisata Mamasa

Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat terus bergeliat di sektor pariwisata. Tak hanya keragaman budaya dan adat istiadatnya yang unik, daerah yang berbatasan langsung dengan Toraja, Sulawesi Selatan ini juga menawarkan keindahan panorama alam yang menyegarkan mata.
Salah satunya, kawasan Villa Edelweiss yang berada di Dusun Lenong, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, yang kini menjadi objek wisata primadona baru di Mamasa.
Dari kawasan villa Edelweiss ini, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau dikelilingi pegunungan. Villa Edelweiss juga dikenal dengan sebutan 'Perahu Cinta'.
Hal ini dikarenakan dalam kawasan villa Edelweiss tersebut terdapat dua buah miniatur perahu yang terbuat dari puluhan batang bambu yang langsung menghadap area persawahan yang menjadi lokasi favorit pengunjung berfoto-foto.
Kawasan wisata villa Edelweiss sendiri dirintis oleh warga setempat, Petrus Ari, sejak November 2018 secara swadaya. Awalnya, Petrus mengaku membangun villa di salah satu bukit di Desa Tondok Bakaru tersebut sekadar untuk pribadi saja. Namun, melihat banyaknya pengunjung yang datang dan menjadikan spot berfoto-foto, dia pun tertarik mengembangkan kawasan tersebut.
"Tidak ada bantuan dari pemerintah karena ide awalnya untuk pondok kebun dan sawah saja. Namun secara tidak sengaja, ternyata banyak orang datang ke sini karena memang spot-nya yang menarik perhatian," ujar Petrus, Minggu (23/6).
Adapun 'Perahu Cinta' yang menjadi ikon dari villa Edelweiss dibangun sebagai ungkapan rasa rindu terhadap putranya yang saat ini bekerja di salah satu kapal pesiar di Amerika Serikat.
"Inspirasinya dari anak lelaki saya satu-satunya yang sekarang ada di Amerika yang bekerja di kapal pesiar. Itu sebagai rasa rindu saya kepada anak saya, jadi saya buat seperti ini," imbuhnya.
Melihat banyaknya pengunjung yang datang setiap harinya, Petrus Ari berencana akan kembali membangun beberapa cottage di kawasan tersebut karena banyak pengunjung yang ingin menginap.
"Banyak yang mau nginap di sini, ada dari Jakarta, Mamuju, Makassar dan daerah lainnya tapi fasilitas yang ada di sini belum memadai. Saya akan berusaha semaksimal mungkin meski secara swadaya," katanya.
Meski menjadi primadona baru di Mamasa, namun akses jalan menuju villa Edelweis ini terbilang masih sangat memprihatinkan. Jika musim hujan, jalan menuju villa tersebut sangat licin karena masih merupakan jalan tanah.
Melihat kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut dan hanya dapat dijangkau kendaraan roda dua, Petrus mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa agar akses jalan tersebut dapat ditingkatkan.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan dijanjikan mudah-mudahan bisa ditingkatkan. Kebetulan jalan ini dibangun khusus untuk wisata air terjun 7 tingkat di (Desa) Sarambu Tetean dan juga menjadi salah satu akses untuk menuju Gunung Gandang Dewata," jelas Petrus.
Salah seorang pengunjung dari Mamuju, Heriansyah, mengaku sangat terpukau dengan objek wisata yang baru di Mamasa tersebut. Namun ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan menuju villa.
"Seharusnya Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pariwisata jemput bola dengan potensi wisata yang ada di Mamasa. Pemerintah harus mengerjakan infrastruktur jalan menuju ke tempat wisata dan Dinas Pariwista seharusnya mendukung setiap komunitas-komunitas pemuda yang bergelut dalam dunia pengembangan wisata yang ada di Mamasa," tandas Heriansyah.
----------------
Penulis : Zulkifli
Editor : Sapriadi
