Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pesisir Sulbar Bakal Dipasangi Papan Informasi Rawan Tsunami

SULBAR KINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Papan informasi rawan tsunami yang dipasang BPBD Sulawesi Barat untuk mitigasi bencana. Foto: Dok. Awal Dion/SulbarKini
zoom-in-whitePerbesar
Papan informasi rawan tsunami yang dipasang BPBD Sulawesi Barat untuk mitigasi bencana. Foto: Dok. Awal Dion/SulbarKini

Dalam rangka mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) bakal memasang papan informasi peringatan rawan tsunami di sejumlah titik di pesisir pantai Sulawesi Barat.

Kepala BPBD Sulbar, Darno Madjid, mengatakan untuk tahap awal pemasangan papan informasi rawan tsunami itu dipasang di dua titik dalam Kota Mamuju, yakni di Anjungan Pantai Manakarra dan kawasan Jalan Arteri.

Selain itu, BPBD Sulbar juga memasang jalur evakuasi warga di titik berkumpul yakni di Stadion Manakarra Mamuju.

"Sama saja kalau daerah gunung, ada papan informasi rawan longsor. Jadi tidak ada maksud menakuti masyarakat," kata Darno, Sabtu (7/8/2021).

Menurut dia, sepanjang pesisir pantai di Sulawesi Barat merupakan daerah rawan potensi tsunami. Untuk itu, BPBD Sulbar memberikan informasi terkait jalur evakuasi.

"Di pusat, daerah kita selalu menjadi daerah terendah mitigasi bencana karena tidak ada peringatan dini kepada warga. Makanya kita buat programnya," ujar Darno.

"Sepanjang pesisir Sulbar kita akan pasangi," sambungnya.

Irwan, salah seorang warga Mamuju, mengapresiasi langkah yang dilakukan BPBD Sulbar. Dia menilai, pemasangan papan informasi rawan tsunami itu dibarengi dengan pelatihan mitigasi kebencanaan kepada warga.

"Mengingat Sulbar merupakan jalur patahan rawan terjadi gempa bumi," kata Irwan.

Dia menilai minimnya pengetahuan dan mitigasi masyarakat saat terjadi gempa 6,2 magnitudo pada 15 Januari 2021 lalu sehingga banyak menelan korban jiwa.

"Itulah perlunya juga kita diberikan pembekalan ilmu mitigasi kebencanaan sehingga jika terjadi bencana, kita tidak panik. (Tahu) apa yang harus dilakukan pertama kali sehingga bisa menyelamatkan diri dan keluarga," pungkasnya.