Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pilu Ibu 2 Anak di Mamuju: Derita Gizi Buruk, Ditinggal Suami, dan Dirawat Kakak

SULBAR KINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Safitri menyuapi adiknya Nurlaila (24) yang menderita gizi buruk. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Safitri menyuapi adiknya Nurlaila (24) yang menderita gizi buruk. Foto: Istimewa

Kisah pilu dialami Nurlaila (24), warga Jalan Maccirinnai, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Empat bulan terakhir, Nurlaila menderita gizi buruk dan hanya bisa dirawat di rumah oleh kakak kandungnya Safitri (36) lantaran tidak mempunyai uang untuk biaya berobat.

Menurut Safitri, Nurlaila awalnya menderita penyakit maag hingga lambung bocor. Namun tidak berselang lama, kondisinya tiba-tiba memburuk.

"Sudah dua bulan ini berat badannya tiba-tiba menyusut drastis," ungkap Safitri, Selasa (31/1/2023).

Menurutnya, Nurlaila sempat dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat. Lantaran tidak punya biaya, ia memilih merawat adiknya itu di rumah dan diberikan makanan seadanya.

Safitri menambahkan, BPJS milik adiknya itu menunggak 3 tahun dan butuh biaya untuk menebusnya.

"Ini baru berapa hari keluar dari rumah sakit regional, kondisinya ada perubahan. Tetapi karena saya tidak punya uang untuk beli susu setiap hari Rp 100 ribu, jadi saya rawat di rumah saja," ucapnya.

Untuk makan, Safitri membuatkan bubur dengan sejumlah buah yang dipotong-potong kecil. Nurlaila makan sambil disuapi dan diberi minum dengan air dalam botol disertai sedotan. Kondisi Nurlaila tampak kurus kering yang membuatnya lumpuh dan menderita sesak napas.

"Saya tidak tahu harus bagaimana, saya sudah jual barang-barang di rumah untuk beli obat dan beras," tutur Safitri.

Dia mengisahkan, Nurlaila ditinggal suaminya yang entah pergi ke mana sehingga Safitri turut merawat dua anak dari adiknya tersebut. Sementara penghasilan suami Safitri sebagai tukang ojek dan ia sebagai bujang sekolah belum mencukupi.

"Ini saya terpaksa jual pintu dan kulkas untuk beli beras, tetapi mau apalagi karena ini saudara harus dirawat," kata Safitri sambil mengusap air mata.

Saat ini, Nurlaila yang menderita gizi buruk masih terbaring lemah di kamar berukuran 1,5x3 meter.

(Sugiarto)