Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rusak Imbas Gempa, Tak Ada Lagi Salat Tarawih Berjemaah di Masjid Raya Mamuju

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masjid Raya Suada Mamuju pada malam hari, diabadikan sebelum diguncang gempa 6,2 magnitudo. Foto: Adi Pallawalino/SulbarKini
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Raya Suada Mamuju pada malam hari, diabadikan sebelum diguncang gempa 6,2 magnitudo. Foto: Adi Pallawalino/SulbarKini

Masjid Raya Suada Mamuju kini tak lagi difungsikan, baik untuk pelaksanaan salat lima waktu secara berjemaah maupun salat tarawih di bulan Ramadhan. Hal itu menyusul kondisi bangunan yang retak dan rusak usai diguncang gempa 6,2 magnitudo pada Jumat, 15 Januari 2021 lalu.

Pantauan Sulbar Kini, terpasang palang besi di pintu masuk masjid tersebut yang sengaja dipasang panitia masjid. Nampak sejumlah dinding masjid retak dan rusak berat.

Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Barat, Jamil Barambangi, meminta pemerintah daerah dan panitia masjid segera melakukan assesmen secara keseluruhan. Selanjutnya, mengambil keputusan apakah masjid tersebut direhabilitasi atau dirobohkan.

"Tergantung assesmennya nanti, jadi kita berharap segera dievaluasi secara keseluruhan agar masyarakat bisa memamfaatkannya kembali supaya ada kepastian dirobohkan atau hanya direhab," kata Jamil, saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Dia mengakui kondisi masjid raya di Mamuju itu rusak berat dan tak lagi layak digunakan.

"Karena saya memang lihat, rusaknya parah, banyak dinding-dindingnya retak, tapi saya tidak tahu apakah tulang-tulang bangunan rusak atau tidak karena saya pantau atau atau observasi waktu itu memang mengkhawatirkan," ujarnya.

Kondisi bangunan Masjid Syuhada pascabencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/1). Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat mencatat sebanyak 263 masjid di Mamuju dan Majene dalam kondisi rusak imbas gempa 6,2 magnitudo.

Data tersebut diperoleh dari hasil tim yang beranggotakan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) yang ditugaskan untuk melakukan survei di lapangan di delapan kecamatan, masing-masing Simboro, Kalukku, Tapalang, dan Tapalang Barat di Kabupaten Mamuju, serta Ulumanda, Malunda, dan Tubo Sendana di Kabupaten Majene.

"Jumlah ini sebenarnya masih bersifat tentatif, sebab masih ada beberapa daerah yang belum disurvei karena sulit dijangkau," kata Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kanwil Kemenag Sulbar, Khalid Rasyid, Rabu (3/3/2021).

Menurut Khalid, data masjid yang rusak itu telah dilaporkan ke Dirjen Binmas, Direktur dan Kasubdit Kementerian Agama yang bergerak mengurus rumah ibadah disertai dengan dokumentasi atau foto kerusakan bangunan.

Untuk rumah ibadah lainnya, pendataan dan laporan kerusakan dilakukan masing-masing Binmas.

"Instruksi dari Kepala Kanwil, pendataan setiap rumah ibadah yang rusak terdampak gempa dikoordinir oleh Binmas sesuai agama masing-masing," jelas Khalik.