Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sarung Sutera Mandar Berpotensi Tembus Pasar Ekspor

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kain sutra Mandar merupakan salah satu kain khas asal Sulawesi Barat yang masih diproduksi secara tradisional. Foto: Dok. Agung D
zoom-in-whitePerbesar
Kain sutra Mandar merupakan salah satu kain khas asal Sulawesi Barat yang masih diproduksi secara tradisional. Foto: Dok. Agung D

Salah satu kain tenun khas Sulawesi Barat yakni sarung sutera Mandar.

Industri tenun sarung sutera ini masih banyak dikembangkan warga di wilayah Sulawesi Barat yang masih kental dengan tradisi Mandar. Di antaranya di Kecamatan Tinambung dan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Namun, kerajinan yang dikembangkan masyarakat ini sifatnya masih sangat tradisional sehingga produksi yang dihasilkan dari industri kerajinan tersebut masih terbatas.

"Belum ada investor yang tertarik mengelola industri kerajinan ini sehingga kerajinan tangan ini belum dikelola profesional. Padahal jika industri kerajinan ini dikembangkan dengan baik maka industri ini dapat menembus pasar internasional," kata Kepala Dinas Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sulawesi Barat, Amir Marica, Jumat (13/12).

Menurutnya, sarung sutera Mandar banyak digemari oleh warga di luar Sulbar maupun mancanegara yang pernah mengikuti sejumlah pameran di luar negeri.

Kendala lainnya, kata dia, karena produksi sarung sutera masih jadi pekerjaan sampingan dan tidak menjadi penghasilan tetap.

"Masyarakat sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu sarung sutera dalam waktu yang lama mencapai satu minggu dan menjual satu sarung sutera kepada masyarakat lokal dengan Rp 200 ribu hingga sekitar Rp 300 ribu per lembar," ujarnya.

Namun, kata Amir, setelah pemerintah memberikan empat unit bantuan alat tenun bukan mesin (ATBM), kerajinan tangan ini mulai dikembangkan dengan cara lebih baik.

"Satu ATBM kini dapat menghasilkan satu sarung dalam sehari, sehingga industri ini mulai dikembangkan masyarakat," tandasnya.