Kumparan Logo
Konten Media Partner

Situnu Solung, Tradisi Orang Mandar Sambut Bulan Ramadan

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menyalakan solung di sekitar rumah menjadi tradisi orang Mandar di Sulawesi Barat dalam menyambut datangnya Ramadan. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menyalakan solung di sekitar rumah menjadi tradisi orang Mandar di Sulawesi Barat dalam menyambut datangnya Ramadan. Foto: Istimewa

Masyarakat Mandar di Sulawesi Barat punya cara unik dalam menyambut datangnya bulan Ramadan, yakni situnu solung atau menyalakan solung (suluh).

Solung merupakan sejenis alat penerangan tradisional yang terbuat dari biji kemiri yang ditumbuk halus, dicampur dengan kapas dan direkatkan pada sebatang lidi atau bilah bambu tipis yang dibakar di malam awal datangnya Ramadan.

Solung oleh masyarakat Mandar kadang juga disebut dengan pallang-pallang atau sulo-sulo. Di malam pertama Ramadan, warga akan menyalakan solung kemudian diletakkan di sekitar rumah warga, mulai dari pintu pagar, bagian belakang rumah, hingga tangga.

Muliyati, warga Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengatakan menyalakan solung bagi orang Mandar merupakan tradisi yang sudah turun temurun dan masih dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat Mandar saat ini dalam menyambut datangnya Ramadan.

Proses pembuatan solung yang terbuat dari biji kemiri yang ditumbuk halus dicampur kapas dan direkatkan pada sebatang lidi atau bilah bambu tipis. Foto: Istimewa

"Menyalakan solung di sekitar rumah sebagai bentuk penghormatan terhadap datangnya bulan suci Ramadan yang juga diharapkan Ramadan sebagai cahaya dan bulan penerang dalam menjalani amalan-amalan dan ibadah sehari-hari," kata Muliyati.

Sebagian warga juga menyalakan solung di tangga. Foto: Istimewa

Senada dengan Muliyati, Damayanti mengakui menyalakan solung di awal datangnya Ramadan merupakan tradisi yang sudah dilakukannya sejak kecil. Menyalakan solung ini tak hanya dilakukan pada awal datangnya Ramadan, tetapi juga dilakukan pada lebaran Idulfitri dan Iduladha.

"Menyalakan solung sudah saya lakukan sejak kecil dan sudah menjadi tradisi di keluarga kami menyambut datangnya Ramadan," ujarnya.

[Sapriadi]