Kumparan Logo
Konten Media Partner

Soal Bakso yang Viral di Sulbar: Tikus Tak Sengaja Jatuh ke dalam Dandang

SULBAR KINIverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy, saat melakukan press conference terkait dugaan bakso daging tikus. Foto: Dok. Polres Mamuju Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy, saat melakukan press conference terkait dugaan bakso daging tikus. Foto: Dok. Polres Mamuju Tengah

Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah mengungkap fakta baru terkait dugaan adanya penjual bakso daging tikus di Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan personel Polres Mamuju Tengah dan rekaman CCTV yang ada di warung makan Setia Kawan, bakso yang dijual bukan bakso daging tikus. Melainkan, seekor tikus yang jatuh ke dalam dandang kuah bakso yang tidak tertutup rapat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik warung dan memeriksa rekaman CCTV, ternyata hasil dari bakso tersebut negatif daging tikus. Dipastikan ada tikus yang jatuh di dandang bakso, sementara daging yang digunakan untuk membuat bakso tersebut adalah daging sapi," ungkap Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy, dalam press conference, Selasa (3/3).

Menurutnya, dari rekaman CCTV yang ada di warung tersebut, terlihat seekor tikus yang berkeliaran di gerobak bakso. Selanjutnya, tikus tersebut mendekati dandang kuah bakso yang memang tidak tertutup rapat.

"Jadi mungkin karena pengaruh panas, makanya (tikus) sudah tidak utuh lagi saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas," jelas Zakiy.

Ia menambahkan, kondisi di belakang warung makan tersebut berupa semak belukar yang memungkinkan tikus berkeliaran dan masuk ke dalam warung.

"Kesimpulan sementara bahwa diduga pemilik warung ini lalai dan tidak mengecek isi dan kuah dalam dandang," ujarnya.

kumparan post embed

Sementara itu, dari pengakuan pemilik warung makan Setia Kawan, Fitriah, bahwa mereka tidak memproduksi daging dan hanya membeli di salah satu penggilingan daging di Topoyo, Mamuju Tengah. Nanti setelah pesanan daging sampai di warung baru mereka membentuknya menjadi bulatan bakso.

Atas insiden tersebut, dia pun meminta maaf atas kelalaian dan kesalahannya yang telah membuat masyarakat Mamuju Tengah resah dengan adanya dugaan bakso daging tikus.

"Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Mamuju Tengah atas kelalaian kami yang tidak sengaja ini. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.