News
·
26 November 2020 19:24

Sosialisasi Protokol Kesehatan, Poltekkes Mamuju Kunjungi Pesantren di Polman

Konten ini diproduksi oleh SULBAR KINI
Sosialisasi Protokol Kesehatan, Poltekkes Mamuju Kunjungi Pesantren di Polman (99204)
Sosialisasi protokol kesehatan Poltekkes Mamuju di pondok pesantren di Polewali Mandar. Foto: Dok. Istimewa
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mamuju jurusan keperawatan melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (25/11) ini menyasar sejumlah ponpes di daerah ini, di antaranya Pesantren Al-Ikhlas Lampoko, Pesantren Ahlul Quran, dan Pesantren Al-Risalah.
Sekretaris Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju, Andi Nasir, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya mereka dalam mencegah meluasnya penularan virus corona atau COVID-19.
"Alasan memilih pesantren ini sesuai dengan arahan dari Direktur kami karena melihat adanya muncul klaster pesantren di Polman. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak bagaimana caranya meminimalisir virus corona," kata Nasir, Kamis (26/11).
Dalam sosialisasi protokol kesehatan itu, tim Poltekkes Mamuju menyosialisasikan pentingnya menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Santri juga diberikan edukasi cara mencuci tangan yang benar dan penyerahan sabun cuci tangan cair kepada pengelola pondok pesantren.
ADVERTISEMENT
Camat Polewali, Syarifuddin Wahab, menyebutkan saat ini wilayahnya masih termasuk zona merah penyebaran virus corona. Ia meminta para santri tetap menjaga pola hidup sehat dan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.
"Semoga tidak ada lagi klaster di pesantren terjadi, semuanya bisa diantisipasi. Tolong buat anak-anakku semua diperhatikan baik-baik demi kepentingan kita bersama. Apalagi kita dikejutkan dengan adanya klaster ponpes di Campalagian kemarin," pesan Syarifuddin.
Pimpinan Ponpes Ahlul Quran, Mujahid, menjelaskan pengelola ponpes saat ini disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, semua santri atau siapa pun masuk harus di-rapid test atau menunjukkan surat keterangan rapid test, tidak boleh ada kunjungan, baik itu wali santri, tamu, selama 3 bulan hingga kondisi betul-betul normal.
ADVERTISEMENT
"Kalau ada santri yang sakit, kami siapkan ruang khusus dan isolasi mandiri agar tidak menyebarkan kepada orang lain. Selain itu, olahraga rutin, menjaga kebersihan di asrama, dan berdoa kepada Allah," ujarnya.