Sulbar Siap Ekspor 40 Ton Briket Tempurung Kelapa ke Mesir dan Yordania

Produksi briket dari tempurung kelapa di Sulawesi Barat (Sulbar) siap diekspor ke Mesir dan Yordania. Sedianya, sebanyak 40 ton briket tempurung kelapa bakal diekspor kedua negara tersebut.
"Tadi kita melakukan pertemuan singkat dengan pihak balai pertanian, dan rencana kita akan mengekspor sekitar 30 hingga 40 ton tempurung kelapa dengan tujuan dua negara, ke Mesir dan Yordania," kata Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, pada pertemuan dengan Karantina Pertanian Mamuju, Selasa (16/3).
Ali Baal menyampaikan apresiasi dan dukungan yang besar kepada pihak balai pertanian yang telah melakukan suatu langkah maju dengan memanfaatkan limbah pertanian seperti tempurung kelapa sehingga memiliki nilai jual di luar negeri dan hal tersebut mampu menggerakkan perekonomian Sulbar
"Jika ini terwujud, akan mampu menggerakkan ekonomi di Sulbar dan juga mengerakkan tenaga kerja di daerah, utamanya di pabrik briket sehingga dapat menambah penghasilan untuk masyarakat sekitar ke depan," ujarnya.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Daryono menambahkan, pertemuan tersebut dalam rangka membahas persiapan ekspor briket tempurung kelapa dari Sulawesi Barat ke Mesir dan Yordania.
"Briket atau batok kelapa itu adalah limbah, tetapi bisa dimanfaatkan dan bisa menjadi nilai tambah untuk penghangat ruangan dan juga sebagai pembakaran untuk makanan," jelas Agus.
Adapun kendala dalam ekspor tersebut, yaitu melonjaknya harga sewa kontainer hingga 300 persen.
"Jadi biaya kontainer hampir 300 persen dari biasanya satu kontainer 40 vit sebesar Rp 30 juta menjadi Rp 130 juta, makanya kami dari karantina selalu mendorong terus bagaimana problem yang ada dapat diselesaikan secara bersama-sama dan juga diharapkan catatan ekspor dari briket dapat tercatat di Sulbar sehingga dapat memberikan benefit pembangunan di Provinsi Sulawesi Barat nantinya," tandas Agus. (adv)
