Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tedong-tedong, Makam Tua Berbentuk Kerbau di Mamasa, Sulbar

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makam tua tedong-tedong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Foto: Frendy/Sulbarkini
zoom-in-whitePerbesar
Makam tua tedong-tedong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Foto: Frendy/Sulbarkini

Makam kuno tedong-tedong merupakan salah satu objek wisata yang unik di Mamasa, Sulawesi Barat. Di objek wisata ini, terdapat sekitar ratusan kerangka manusia yang tersimpan rapi dalam kuburan berbentuk kerbau (tedong).

Makam tua ini berada di Desa Balla Barat, Kecamatan Balla, yang berada dalam satu bangunan yang menyerupai rumah adat Mamasa dan berada di areal persawahan. Patung-patung kerbau yang terbuat dari kayu ini merupakan tempat menyimpan kerangka mayat yang sudah berusia ratusan tahun.

Tak banyak literatur yang bisa menjelaskan asal-usul maupun filosofi keberadaan kuburan tedong-tedong yang kini menjadi destinasi wisata di Sulbar. Warga setempat meyakini orang yang dimakamkan di kompleks pemakaman tersebut merupakan leluhur orang Mamasa. Setiap patung kayu menyerupai kerbau itu diisi beberapa jenazah yang kini tinggal tulang-belulang dan bisa dilihat pengunjung.

"Tak ada yang tahu pasti siapa-siapa saja yang dimakamkan di sini karena usianya sudah sangat lama, usianya diperkirakan sudah sampai ratusan tahun. Katanya ini kuburan, dulu orang tua tidak dikasih turun ke tanah, dimasukkan ke sini," kata Petrus, penjaga kompleks makam tua Tedong-tedong, Senin (8/3).

Lokasi makam tua tedong-tedong di Mamasa, Sulawesi Barat. Foto: Frendy/Sulbarkini

Meski sudah lama menjaga kompleks makam kuno yang berada di perbukitan itu, Petrus mengaku tak tahu-menahu filosofi sehingga makam tersebut yang bentuknya menyerupai kerbau atau tedong.

Abdi, salah seorang pengunjung mengaku takjub dengan makam kuno ini karena memiliki keunikan tersendiri.

"Menurut kami, ini adalah sebuah sejarah yang memang jarang ditemukan di tempat lain. Ini adalah budaya yang sungguh luar biasa dimiliki Kabupaten Mamasa," ujar Abdi.

Dia berharap, makam tua tersebut bisa dibenahi dan ditata dengan baik oleh pemerintah setempat.

"Atapnya mulai ada yang bocor dan beberapa tiang bangunan mulai lapuk (seharusnya diperbaiki) sehingga dapat lebih menarik wisatawan untuk berkunjung ke Mamasa," ucap dia.

Untuk menjangkau objek wisata budaya yang satu ini, berjarak 10 kilometer dari Kota Mamasa atau waktu tempuh selama kurang lebih 20 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

-----------------------------

Ads.