Terkendala Jaringan Internet, Siswa SD di Mamasa Belajar di Tengah Sawah

Pandemi virus corona membuat proses belajar-mengajar di sekolah terhenti sejak 4 bulan lamanya. Sejumlah sekolah mengganti proses belajar tatap muka dengan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet.
Namun, tidak semua daerah memiliki akses jaringan internet yang memadai. Salah satunya di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Untuk menyiasati hal itu, beberapa guru memilih mendatangi siswanya untuk memberikan pelajaran di rumah.
Siswa dibagi dalam kelompok kecil dengan lokasi rumah yang berdekatan. Guru-guru akan mendatangi mereka secara bergiliran agar para siswa tidak ketinggalan pelajaran.
Cara lain adalah dengan mengajak siswa belajar di alam terbuka. Seperti yang dilakukan oleh Andarias, guru SDN 005 Rantebuda. Di sawah miliknya yang dijadikan objek wisata, ia mengajak siswanya untuk belajar bersama.
"Tidak semua siswa bisa mengikuti metode pembelajaran jarak jauh melalui jaringan internet. Jadi solusinya adalah mengajak mereka belajar di alam terbuka," kata Andarias, Senin (17/8).
Menurutnya, banyak hal yang bisa didapatkan siswanya dengan belajar di alam terbuka. Salah satunya rekreasi sambil belajar.
"Banyak hal yang bisa dikenalkan kepada peserta didik. Biasanya, alam juga memberikan suasana berbeda bagi peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan," ujarnya.
Metode belajar di alam terbuka itu, kata dia, sudah dilakukannya seminggu lebih. Harapannya, siswa tak harus ketinggalan pelajaran karena keterbatasan jaringan internet untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh.
"Kita harapkan siswa tidak ketinggalan pelajaran. Belajar di alam terbuka ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.
