Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tonbar Orchid, Wisata Sawah Berpadu Taman Anggrek di Mamasa

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hamparan pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Mambulling di Mamasa. Foto: Frendy
zoom-in-whitePerbesar
Hamparan pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Mambulling di Mamasa. Foto: Frendy

Daerah pegunungan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, selalu menawarkan pesona keindahan alam yang natural. Salah satu objek wisata terbaru yang lagi hits di daerah ini adalah Tonbar Orchid, yang memadukan pemandangan sawah dengan latar belakang Gunung Mambulling dan taman anggrek di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.

Objek wisata ini menawarkan lanskap pematang sawah yang bisa dinikmati dengan cara berbeda. Pengunjung bisa menikmati hamparan sawah yang luas dengan melintasi jembatan bambu yang sudah disediakan pengelola.

Tak perlu takut untuk terkena lumpur, karena jembatan ini cukup tinggi dan dibuat khusus bagi pengunjung untuk menikmati hamparan sawah. Di bagian lain, pengunjung juga bisa menikmati wisata taman anggrek yang merupakan anggrek-anggrek lokal yang dikembangkan di Mamasa.

Hermanto, salah seorang pengunjung, mengaku terkesan dengan adanya wisata taman anggrek yang dipadukan dengan pemandangan hamparan sawah tersebut. Tempat wisata semacam ini, kata dia, jarang ditemukan di tempat lain dan hanya ada di Mamasa.

"Objek wisata ini sangat beda dengan tempat lain, karena wisata sawah yang dipadukan dengan taman anggrek menjadi salah satu hal yang menarik, apalagi anggrek yang ditampilkan adalah aggrek-anggrek lokal. Jadi sangat unik," kata Hermanto, Selasa (23/7).

Jembatan bambu yang disediakan bagi pengunjung untuk menikmati hamparan sawah dengan sejumlah spot foto yang unik. Foto: Frendy

Pengunjung lain, Yuniastin, mengaku senang mengunjungi tempat wisata tersebut karena bisa menikmati hamparan persawahan yang begitu luas serta taman anggrek dengan bunga-bunga anggrek yang cantik.

“Senang berwisata ke sini, tempatnya keren, meskipun ada beberapa spot foto yang belum jadi. Selain menikmati alam persawahan, kita juga dapat menikmati taman anggrek," kata Yuniastin.

Pengelola objek wisata Tonbar Orchid, Luther, mengatakan ide tempat wisata ini bermula dari budidaya anggrek lokal Mamasa yang dikembangkan sejumlah pemuda di Desa Tondok Bakaru tersebut.

Namun seiring waktu, ternyata banyak pengunjung, sehingga dipadukan dengan wisata sawah yang memang tepat berada di samping taman anggrek.

"Kami bersyukur karena sejumlah pemuda desa di sini sudah menyadari potensi desanya, kita berharap objek wisata yang ada saat ini dapat menjadi salah satu ikon di Mamasa," kata Luther.

Di bagian lain, pengunjung bisa menikmati taman anggrek dengan bunga-bunga anggrek lokal Mamasa. Foto: Frendy

Luthermenjelaskan, selain wisata taman anggrek yang dipadukan dengan wisata pemandangan sawah, sekelompok pemuda di Desa Tondok Bakaru tersebut juga mulai membangun sejumlah objek wisata, di antaranya wisata hutan pinus, wisata perahu selfie, serta sejumlah tempat wisata rumah-rumah pohon.

"Untuk menikmati sejumlah objek wisata yang ada di desa ini cukup terjangkau karena hanya berjarak 1 kilometer dari pusat Kota Mamasa dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kalau tarif masuk, cukup membayar Rp 4 ribu," tandasnya.

--------------------

Penulis : Frendy

Editor : Sapriadi