Update Banjir di Majene: 1.312 KK di 3 Kecamatan Terdampak, 6 Rumah Warga Hanyut
·waktu baca 2 menit

Bencana banjir menerjang sejumlah desa di 3 kecamatan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Kamis (26/5/2022).
Banjir tersebut disebabkan intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut serta meluapnya air Sungai Deking yang merendam permukiman warga. Banjir juga sempat memutus akses lalu lintas di ruas Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Majene.
Data terbaru yang dirilis BPBD Majene melaporkan sebanyak 1.312 kepala keluarga (KK) di 3 kecamatan terdampak banjir.
Sebanyak 3 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Malunda meliputi Desa Maliaya, Desa Mekkatta, Desa Lombong, Desa Lombong Timur, Desa Bambangan, Desa Kayu Angin, dan Kelurahan Malunda.
Banjir juga merendam wilayah Desa Tubo Poang di Kecamatan Tubo, serta Desa Seppong dan Desa Tammeroddo Utara di Kecamatan Tammeroddo.
"Data terbaru ada 1.312 kepala keluarga terdampak banjir, namun air sudah surut sejak semalam," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Majene, Sirajuddin, saat dikonfirmasi, Jumat (27/5/2022).
Sirajuddin menambahkan, banjir juga memutus satu unit jembatan di Desa Bambangan dan dilaporkan sebanyak 86 KK di desa tersebut mengungsi.
"Di Desa Bambangan ada 86 kepala keluarga yang mengungsi karena masih takut. Dan juga memang rumahnya rusak (karena banjir," ujar dia.
Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Hanya saja, 6 rumah warga dilaporkan hanyut dan puluhan ternak sapi milik warga hilang terseret arus.
Menurut Sirajuddin, air sudah mulai surut sejak Kamis malam dan warga yang terdampak banjir mulai membersihkan rumahnya dari material lumpur yang terbawa arus air.
Dia bilang BPBD Majene juga telah mendirikan posko darurat di lokasi banjir. Begitu pun dari unsur TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, dan relawan bergerak untuk memantau wilayah.
Sirajuddin mengimbau warga tetap mewaspadai cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
Camat Malunda, Salahuddin, menambahkan bahwa warga sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur yang terbawa arus air.
"Warga sudah mulai kembali ke rumahnya membersihkan dan memperbaiki," kata dia.
