Kumparan Logo
Konten Media Partner

Viral Video Begal Tusuk Korban hingga Berdarah-darah, Polres Pasangkayu: Hoaks

SULBAR KINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kapolres Pasangkayu Kompol Eduard Steffry Allan Telussa. Foto: Dok. Dok. Polres Pasangkayu
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kapolres Pasangkayu Kompol Eduard Steffry Allan Telussa. Foto: Dok. Dok. Polres Pasangkayu

Kepolisian Resor (Polres) Pasangkayu, Sulawesi Barat, menanggapi video yang viral di media sosial terkait aksi begal menusuk tubuh korbannya hingga berdarah-darah.

Video berdurasi 3 menit 30 detik itu dilengkapi keterangan lokasi Google Maps di Tikke Raya, wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Terkait beredarnya video tersebut, juga muncul imbauan bagi pengendara yang akan melintas dari Makassar ke Palu untuk tidak melanjutkan perjalanan karena disebutkan terjadi pembegalan di ruas Jalan Trans Sulawesi itu.

Wakil Kapolres Pasangkayu Kompol Eduard Steffry Allan Telussa menegaskan bahwa tidak ada aksi pembegalan di wilayah Kecamatan Tikke Raya dan menyebut video tersebut hoaks.

"Peredaran video pembegalan badan korban yang ditusuk-tusuk hingga berdarah-darah itu tidak benar, itu hoaks. Di wilayah kami, di Tikke Raya tidak ada," kata Eduard dalam keterangannya, Minggu (25/9/2022).

Ia menambahkan, video pembegalan tersebut diketahui terjadi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan disebarkan orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial.

"Setelah pihak kami telusuri bahwa video begal tersebut, mulai dari gaya bahasa, hingga pelat nomor kendaraan yang dipakai korban, terjadi di luar Kabupaten Pasangkayu, yakni di wilayah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat sana," ujar Eduard.

Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai berita bohong serta proaktif dalam memilah informasi.

"Kalau ada pembegalan kami sudah turun, sudah ramai. Jangan percaya berita nggak benar," pungkasnya.