Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Mamasa Keluhkan Jalan ke Kecamatan Pana yang Tak Kunjung Diperbaiki

SULBAR KINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan menuju Kecamatan Pana, Mamasa, yang rusak parah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jalan menuju Kecamatan Pana, Mamasa, yang rusak parah. Foto: Dok. Istimewa

Kondisi jalan yang rusak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dikeluhkan warga. Pasalnya, jalan menuju wilayah Kecamatan Pana yang masih berupa jalan tanah tersebut bergelombang dan bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan oleh pemerintah setempat.

Risal, warga setempat mengatakan, sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut mengaku kesulitan karena kondisi jalan yang rusak parah. Kondisi ini diperparah saat musim hujan, jalan menuju Kelurahan Pana itu seperti kubangan kerbau.

"Jalan menuju Kelurahan Pana kondisinya sangat parah. Sebagian badan jalan berlubang, batu lepas sudah bertebaran di badan jalan. Kalau hujan turun berlumpur dan licin," kata Risal, Sabtu (13/6).

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses perekonomian masyarakat setempat yang dilalui setiap harinya berbelanja ke pasar untuk keperluan sehari-hari.

"Di bawah jalan yang rusak itu ada pasar, sehingga jalan tersebut selalu dilalui masyarakat jika hendak ke pasar," ujarnya.

Warga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk perbaikan jalan. Foto: Dok. Istimewa

Ia berharap, pemerintah setempat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan tersebut dan segera melakukan perbaikan sehingga memudahkan akses bagi warga.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, Daud Tandi Arruan, mengatakan pihaknya berencana untuk mengerjakan jalan tersebut mulai minggu depan. Perbaikan itu khususnya pada jalan yang berlubang dan rusak parah akan ditimbun.

"Mudah-mudahan bisa minggu depan. Mekanik alat berat baru saja tiba membeli alat, namun dia harus menjalani karantina selama dua minggu atau 14 hari sesuai protokol kesehatan untuk penanganan COVID-19 sebelum beraktivitas," tuturnya.