Masyarakat Minangkabau:Harmonika Dan Dinamika Budaya Minangkabau

2410751015 Mahasiswi universitas andalas
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sulis Tiawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minangkabau menurut Tambo (cerita rakyat minang) adalah berasal dari dua kata yakni “minang dan kabau”.minang yang manang ,kabau adalah kerbau. Kata ini berasal dari cerita bahwa dahulu ada terdapat kerajaan di minang yakni istana Pagaruyung .Saat itu istana Pagaruyung mendapatkan Deklarasi perang tetapi raja Pagaruyung saat itu mengambil jalan damai agar tidak banyak memakan banyak korban yakni dengan mengadu kerbau Perundingan pun dilakukan dan setuju atas saran dari raja Pagaruyung. Hari yang ditunggu pun datang kerbau dari pihak penyerang sangatlah kekar dan besar,tetapi istana Pagaruyung malah memilih kerbau kecil yang masih menyusu tapi yang menang adalah kerbau dari istana Pagaruyung yakni karena mereka memakai taktik dengan memilih kerbau kecil yang masih menyusu dan mengurung kerbau kecil itu tanpa diberi makan selama 3 hari sehingga ketika pertandingan dimulai anak kerbau yang kelaparan tadi melihat kerbau besar mengira itu induknya dan mulai menanduk perut bagian bawah kerbau besar itu untuk mencari air susu tetapi sebelum pertandingan dimulai anak kerbau itu dipasangi besi runcing dikepala yang menyebabkan perut kerbaukerbau besar penyerang terkena tusukan dan akhirnya tumbang.
Kemudian masyarakat bersorak”manang kabau, manang kabau” seiring berjalan nya waktu kata manang kabau ini berubah menjadi Minangkabau . Sehingga dengan kemenangan adu kerbau itu kata Minangkabau kemudian diabadikan menjadi rumah adat yakni rumah gadang yang dimana memilki atap seperti tanduk kerbau.adapun filosof dari rumah gadang ini yakni melambangkan sebagai kehadiran suatu kaum dalam suatu nagari dan merupakan tempat berkumpul nya suatu kaum baik dalam musyawarah suatu kaum maupun untuk melaksanakan upacara adat tertentu.
Kebudayaan Minangkabau
Dalam suatu wilayah pasti memiliki budaya sama hal nya dengan minangkabau juga memiliki beragama budaya di alam minang berikut beberapa pesebaran budaya di Minangkabau:
1.) Sistem bahasa
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau yakni adalah bahasa minang Berbicara dengan bahasa minang diatur oleh kato nan ampek yakni kata yang harus diterapkan masyarakat setiap hari karena tanpa kato nan ampek orang tersebut adalah orang yang tidak ber etika dan tidak sopan. Kato nan ampek merupakan aturan dalam berbicara diminang sehingga budaya berbicara di Minangkabau terbagi menjadi 4 kata yakni:
Kato mandaki: yakni kata yang digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dan dihormati sehingga menggunakan kata-kata yang sopan santun dan bertutur kata yang lembut.
Kato manurun; yakni kata yang digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih kecil seperti adik. Hendaklah menggunakan kata-kata yang lembut dan penuh kasih sayang kepada yang lebih kecil, ada pepata minang mengatakan "nan ketek disayangi dan tug dihormati nan samo gadang diback, bakawan" (yang kecil itu disayangi yang lebih tua dihormati dan seumuran diajak berteman).sehingga walapun lebih kecil tidak boleh membentak apalagi berkata kasar, ini mengajarkan untuk saling menghargai.
Kato malereng: yakni kata yang digunakan ketika berbicara kepada orang kita segani biasanya kata-kata yang digunakan yakni kata kiasan yang memiliki makna mendalam oleh sebab itu sebelum berbicara harus dipikirkan terlebih dahulu, biasanya kato malereng ini digunakan ketika berbicara kepada ninjak mamak.datuak, dan urang sumando
Kato mandata yakni kata-kata yang digunakan untuk yang sebaya biasanya bahasa serta kata-kata nya bebas dan agak kasar.contohnya kata ang.den.awak.kau
Kato nan ampek ini harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena tanpa adanya kato, nan ampek ini kita disebut sebagai orang yang kurang beradab.
2.) Sistem pengetahuan
Biasanya anak-anak di minang pada usia 6-7 tahun sudah disuruh pergi mengaji di surau ini digunakan agar anak-anak diminang mendapatkan ilmu agama sejak dini saat usia remaja mereka disuruh pergi mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan saat mereka dewasa mereka pergi merantau untuk mencari ilmu di wilayah lain.
3.) Sistem religi
Diminangkabau mayoritas adalah umat beragama islam tak hayal ada pepata minang "adat basandi syarak syarak basandi, Kitabullah "yang artinya adat berpedoman kepada agama,agama, berdasarkan al-Qur'an sehingga orang Minangkabau adalah orang masih kental akan ilmu agama, karena segala sesuatu permasalahan adat yang ada dikembalikan kepada al-Qur'an.
4.) Kesenian
Orang Minangkabau sejak dahulu suka akan hal berbau seni hal ini pun ditandai dengan adanya peninggalan menhir di wilayah minang, walaupun disebut sebagai batu mejan( batu nisan) menhir adalah sebuah karya seni yang berwujud batu sedangakan karya seni orang minang yang berasal dari kayu adalah Rumah gadang (rumah adat Minangkabau) dan Rangkiang (lumbung padi) biasanya terletak di samping rumah gadang dan berukuran lebih kecil dari rumah gadang.
5.) Sistem peralatan dan teknologi
Orang minang adalah orang pemikir salah satu contohnya yakni desain yang terdapat pada rumah gadang Tonggak besar pada rumah gadang bukanlah ditanam didalam tanah tetapi diletakkan diatas batu pipih ini bertujuan agar rumah gadang tidak mudah ambruk ketika gempa karena di Sumatera barat itu rawan akan gempa.
Kebudayaan Minangkabau adalah sebagai ide dan gagasan
Budaya Minangkabau tidak hanya dalam bentuk aturan-aturan kehidupan saja tetapi juga tertuang sebagai sebuah ide dan gagasan yang memiliki unsur budaya yang khas dan mendalam.berikut kebudayaan Minangkabau adalah ide:
Kuliner: masakan orang minang terkenal sebagai makanan yang enak dan kaya akan rempah-rempah didalamnya terutama rendang yang telah dikenal oleh omanca dunia selain olahan rendang makanan fermentasi yang berasal dari Minangkabau yang terkenal adalah dadiah. Dadiah merupakan yoghurt yang berasal dari Minangkabau dan fermentasikan dari susu kerbau yang dimasukan kedalam bambu dan didiamkan disuhu ruang sekitar 2-3 hari.
Kesenian yang terkenal dari Minangkabau adalah tari piriang dan randai.selain seni tari piriang dan randai biasanya digunakan sebagai media untuk mengungkapkan sebuah gagasan contoh nya cerita-cerita dalam randai biasanya diangkat dari cerita yang nyata kemudia didalam nya di selipkan pengajaran
kebudayaan Minangkabau sebagai benda dan artefak
Budaya Minangkabau tidak hanya tertuang sebagai ide dan gagasan saja tetapi juga terealisasikan dalam bentuk benda atau artefak-artefak diantaranya:
Rumah gadang: adalah bentuk kebudayaan berbentuk benda yang paling banyak dikenal simbol dari rumah adat di Minangkabau
Songket: merupakan kain yang menggambarkan sebuah identitas suatu kaum.songket sendiri telah diturunkan dari generasi ke generasi songkeg memiliki keunikan yang dimana setiap motif yang terdapat didalamnya memiliki arti mendalam.
sehingga masyarakat Minangkabau itu sangat beragam tak hanya rendang saja kebudayaann Minangkabau itu mulai dari ide dan gagasan hingga berbentuk benda .
