Konten dari Pengguna

‘Wearable Art’ : Gaya Berbusana Jaman Now

Jogja Report

Jogja Report

Jurnalis Jogja Report

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jogja Report tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

‘Wearable Art’ :   Gaya  Berbusana Jaman Now
zoom-in-whitePerbesar

Foto : wearableart.com

Perkembangan seni, kesenian, dan konten seni di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta dalam beberapa dasawarsa ini mengalami kenaikan yang sangat tinggi. Secara signifikan, Yogyakarta bahkan tercatat sebagai wilayah yang memberikan kontribusi tertinggi dalam berbagai lini seni, kesenian, dan konten seni di Indonesia. Mulai dari cabang seni pertunjukan, seni rupa, seni musik, seni kriya, seni terapan, seni kolaboratif, maupun alternatif konten seni lainnya. Termasuk di dalamnya adalah melimpahnya para insan pelaku seni (SDM kesenian), di bidang seni modern-kontemporer maupun seni tradisi. Yogyakarta juga banyak melahirkan karya masterpiece dari para maestro seni yang disejajarkan di tingkat dunia.

Masyarakat awam di luar Yogyakarta telah sejak dulu mengenal Yogyakarta sebagai gudangnya pelaku seni dan kesenian, produk seni, konten seni, seni-kriya dan kekriyaan, seni pariwisata, dan sebagai ruang yang sangat progresif untuk pendidikan seni dan kesenian. Tampaknya, seni dan kesenian telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mengakar-mentradisi bagi warga Yogyakarta, dari masa ke masa. Tentu saja, local wisdom (kearifan lokal) dan karakter Yogyakarta sebagai salah satu pusat tumbuh-kembangnya kebudayaan Jawa, harus menjadi penanda seni dan kesenian dalam segala penerapannya, di seluruh cabang seni dan kesenian, produk seni, maupun konten seni.

Hari ini, bangunan dunia fashion dari kota kreatif lainnya, seperti Jakarta yang telah bergegas dengan tema ‘urban life style’, Bandung dengan nuansa ‘young & dinamic’, dan Bali dengan semangat ‘International taste’ yang semakin mantap dan meyakinkan. Di tingkat regional dan dunia, bahkan beberapa nama dari Indonesia telah muncul dan menjadi role-model yang menginspirasi.

Menilik potensi seni-rupa yang begitu berlimpah di Yogyakarta hari ini, dan di sisi lain, fashion Yogyakarta belum menampakkan ‘wajah sesungguhnya’ yang penuh dinamika kreatif dan berkepribadian, maka tawaran wacana ‘Wearable Art’ diharapkan dapat menjadi motor penggerak kerja seni-kolaboratif di masa mendatang.

Seni Busana ‘Wearable Art’ pada gilirannya akan menjadi salah satu potensi yang kuat, yang merupakan pertemuan potensi seni rupa dan seni busana dari Yogyakarta. Pada satu sisi, dunia fashion Yogyakarta ‘belum menampilkan kekuatan yang sebenarnya’, dan pada sisi yang lain, seni-rupa dan cabang seni lainnya (kriya, desain, dsb.) dapat dengan cerdas memayungi keatifitas seni busana di masa depan. Dalam proyeksinya, setiap perhelatan pertunjukan ‘wearable art-show’ juga akan dapat menjadi penanda penting pergerakan budaya, sekaligus menjadi embrio seni pertunjukan alternatif tersendiri di Yogyakarta.

Jika diartikan secara singkat, ia merupakan seni yang dapat dipakai/dikenakan yang biasanya merujuk pada desain busana, perhiasan, dan asesoris lainnya yang diciptakan sebagai ekspresi seni yang dapat digunakan/dikenakan.

Dalam pembuatannya tentunya tetap harus mempertimbangkan aspek estetika yang dapat diterima sebagai kreasi estetik/artistik/seni murni semata atau seni terapan yang memiliki fungsi lain.

Salah satu produk seni/desain yang dapat dengan mudah menjadi ‘jembatan’ antara ‘wacana seni’ dan ‘benda yang dapat digunakan’ adalah produk fashion (busana). Dalam perkembangannya, Yogyakarta sebetulnya juga telah banyak memunculkan nama-nama perancang produk fashion yang berkualitas dan terus melahirkan karya busana pilihan. Terutama busana bernuansa tradisi Nusantara. Keanekaragam seni dan budaya yang ada di Yogyakarta, telah sejak lama menjadi inspirasi bagi para desainer fashion. Mereka terus berkreasi dan aktif berproduksi. Namun sekali lagi, ‘kepribadian dan wajah yang sesungguhnya’ belum tampak, belum menjadi ciri khasnya.

Adanya kekuatan seni-budaya (seni rupa) dan landasan local wisdom (kearifan lokal) Yogyakarta/Jawa tersebut, dapat memberikan inspirasi dalam mengembangkan konsep desain dan produk fashion menuju kepada ‘wearable art’ yang pada gilirannya akan menuju bentuk baru, yang berkarakter, berciri khas Yogyakarta. Prinsipnya, ‘wearable art’ memberikan inspirasi dan mentransformasi karya-karya seni ke dalam bentuk-bentuk yang lebih terap, dapat dikenakan, dan populer (fashion).

Maka, dengan dukungan iklim kreatif yang terus berkembang, Yogyakarta tidak pernah kehabisan agenda seni-budayanya. Mulai dari pameran seni rupa, konser musik, pertunjukan teater, dan pergelaran tari –yang tradisi maupun yang modern— mewarnai keseharian masyarakat Yogyakarta. Keberadaan masyarakatnya yang terbuka, membuat Yogyakarta menjadi tujuan destinasi wisata bagi turis domestik dan internasional. Wisata budaya dan seni, jelas akan menjadi salah satu ‘destinasi wisata tematik’ yang makin digemari masyarakat luas.

Sebagai upaya memperkenalkan seni " Wearable Art ", N-Workshop menyelenggarakan kegiatan pergelaran dan pameran seni busana bertajuk " SELARAS: Wearable Art Show & Exhibition ". Pameran berlangsung di kawasan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada Sabtu, 24 Pebruari 2018 (fashion show & exhibition) hingga tanggal 27 Pebruari 2018 (exhibition). (*) Penulis : Sulistyawan Ds

(*)