Kemeriahan "Doelanan" Puncak Malam Koneksi 2026 Ilmu Komunikasi UNS

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Sultan Sasangka Jati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surakarta — Sorak-sorai, dentuman musik, dan keceriaan menyatu dalam kehangatan sore hari di area pelataran kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Pada Minggu sore, 4 Oktober 2026, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UNS resmi memungkas rangkaian program pembekalan mahasiswa baru melalui puncak perayaan Malam Koneksi 2026 yang mengusung tajuk "Doelanan".
Berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, Doelanan menjelma menjadi kawah candradimuka pertama bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi angkatan 2026. Lebih dari sekadar pentas seni rutin atau perayaan seremonial biasa, di tempat inilah mereka tidak hanya datang sebagai penikmat acara atau tamu undangan, melainkan memegang peranan utama sebagai kreator, pengisi panggung, sekaligus penggerak utama pertunjukan. Sementara itu, jajaran panitia dari angkatan atas (2024 dan 2025) bertindak di balik layar sebagai pengarah, mentor, serta fasilitator kepanitiaan guna memastikan seluruh gagasan angkatan baru dapat tereksekusi dengan aman dan terstruktur.
Ruang Kebebasan dan Pembekalan Berbasis Praktik
Malam Koneksi 2026 pada dasarnya merupakan rangkaian pembekalan adaptasi kehidupan kampus yang dirancang khusus untuk menyambut dinamika mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS. Namun, yang membuat gelaran tahun ini terasa berbeda adalah kebebasan berkreasi yang diberikan secara penuh kepada angkatan 2026 dalam merancang acara puncak perayaan mereka sendiri.
Pilihan nama "Doelanan" yang diangkat sebagai tema besar mengekspresikan filosofi bermain, bereksplorasi, dan membangun keakraban tanpa sekat. Konsep ini lahir dari kesadaran bersama bahwa proses adaptasi terbaik tidak didapatkan melalui doktrinasi kaku, melainkan lewat ruang kolaborasi yang menyenangkan. Mahasiswa baru ditantang untuk menerjemahkan gagasan kebudayaan, kebersamaan, dan komunikasi ke dalam bentuk seni pertunjukan secara langsung.
"Kami memberikan kebebasan bagi angkatan 2026 untuk menentukan arah, bentuk estetika, hingga pesan yang ingin disampaikan dalam panggung puncak ini," ungkap Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) 2026, Fayyaz Atif Deswantyo, di sela-sela jalannya acara. Menurutnya, pengalaman mengelola produksi pertunjukan secara mandiri merupakan bentuk simulasi nyata bagi mahasiswa ilmu komunikasi yang kelak akan banyak bergelut dengan dunia media, industri kreatif, serta event management.
Pembukaan Seremonial dan Pesan Keberlanjutan
Rangkaian acara diawali tepat pukul 15.00 WIB ketika matahari sore Surakarta mulai bersahabat. Master of Ceremony (MC) membuka perhelatan Doelanan dengan gaya energetik yang langsung memantik antusiasme ratusan penonton yang memadati pelataran FISIP UNS. Suasana hangat berbalut kekeluargaan terasa kental ketika seluruh elemen angkatan—mulai dari mahasiswa baru, panitia pelaksana, hingga alumni—duduk membaur di area penonton.
Sesi pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian laporan serta sambutan dari para penggerak acara. Saudara Muhammad Farel Hardy Wicaksono, selaku Ketua Pelaksana Doelanan Malam Koneksi 2026, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh rekan angkatannya yang telah mempersiapkan pertunjukan selama berminggu-minggu di tengah padatnya jadwal perkuliahan awal.
Sambutan hangat berikutnya disampaikan oleh Ketua Malam Koneksi 2026, Galatia Agastya, yang menyoroti pentingnya menjaga simpul silaturahmi yang telah terbangun selama masa pembekalan. Rangkaian pembukaan ditutup oleh sambutan dari Ketua HIMAKOM 2026, Fayyaz Atif Deswantyo. Dalam orasinya, Fayyaz menekankan bahwa acara Doelanan bukan sekadar titik akhir dari rangkaian Malam Koneksi, melainkan langkah awal bagi angkatan 2026 untuk mulai menorehkan jejak karya dan kontribusi nyata di lingkungan civitas akademika Ilmu Komunikasi UNS.
Kombinasi Tari Tradisional, Drama Musikal, hingga Tari Modern
Usai seremoni pembukaan dan doa bersama, panggung Doelanan langsung dihentak oleh deretan pertunjukan seni yang dirancang ciamik oleh mahasiswa baru angkatan 2026. Pertunjukan babak pertama dibuka dengan sajian Tari Tradisional Nusantara. Gerak gemulai para penari yang memadukan keindahan koreografi daerah dengan elemen musik kontemporer berhasil menyedot perhatian audiens. Penampilan ini menjadi simbol penghormatan mahasiswa muda terhadap akar kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi.
Tak berhenti di situ, atmosfer panggung berubah menjadi riuh ketika kelompok pengisi acara berikutnya menampilkan Drama Musikal. Menyajikan jalan cerita yang dekat dengan kehidupan mahasiswa baru—mulai dari dinamika pencarian jati diri, drama tugas kuliah, hingga lika-liku pertemanan awal kampus—drama musikal ini sukses menghadirkan gelak tawa sekaligus momen reflektif. Dialog-dialog jenaka yang diselingi aransemen lagu-lagu hits membuat penonton larut dan ikut bernyanyi bersama.
Ketegangan dan energi penonton semakin terpacu saat kelompok penari Tari Modern (Modern Dance) mengambil alih panggung. Dengan koreografi tajam, ritme musik yang cepat, serta tata panggung yang dinamis, penampilan tari modern ini menunjukkan sisi ekspresif, berani, dan penuh percaya diri dari generasi muda Ilmu Komunikasi angkatan 2026.
Apresiasi Kelompok dan Momen Penting Pemilihan Ketua Angkatan
Di antara riuhnya panggung pertunjukan seni, panitia menyisipkan sesi krusial yang paling dinantikan oleh seluruh mahasiswa baru, yaitu pengumuman penghargaan kelompok serta puncaknya: Pemilihan Ketua Angkatan Ilmu Komunikasi 2026.
Sesi penghargaan (group awarding) diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan, kekompakan, serta kreativitas kelompok-kelompok mahasiswa baru selama mengikuti seluruh rangkaian program pembekalan Malam Koneksi 2026. Berbagai kategori unik dan kompetitif diumumkan, yang disambut sorak-sorai kemenangan dari masing-masing pendukung kelompok.
Atmosfer acara sempat berubah menjadi penuh haru dan ketegangan positif saat memasuki agenda pemilihan Ketua Angkatan Ilmu Komunikasi 2026. Setelah melalui proses musyawarah, penyampaian visi-misi, dan pemungutan suara yang demokratis, sosok ketua angkatan baru akhirnya terpilih dan diperkenalkan di atas panggung utama. Momen penyerahan mandat ini disaksikan langsung oleh seluruh elemen angkatan serta pengurus HIMAKOM, menandai dimulainya kepemimpinan baru yang akan menakhodai angkatan 2026 selama masa perkuliahan mendatang.
Ledakan Musik: Dari Glarsa, Flashmob, hingga Unjuk Aksi Delosor
Menjelang akhir sore, tensi perayaan Doelanan melonjak ke titik tertinggi ketika rangkaian hiburan musik mulai digulirkan. Panggung hiburan dibuka oleh penampilan dari band eksternal Glarsa. Grup band yang digawangi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2025 ini tampil sangat solid dengan membawakan susunan lagu bergenre pop-rock alternatif. Interaksi hangat antara Glarsa dan penonton berhasil mencairkan suasana dan membuat seluruh area pelataran FISIP UNS bergetar oleh nyanyian bersama.
Namun, kejutan utama sore itu terjadi tepat sebelum penutupan acara. Seluruh mahasiswa baru angkatan 2026 yang sebelumnya tersebar di berbagai sudut lapangan mendadak merapat ke tengah area dan membentuk barisan teratur. Tanpa aba-aba panjang, alunan musik bertempo tinggi membahana, menandai dimulainya Flashmob Angkatan 2026.
Ratusan mahasiswa baru menari bersama dengan gerakan seragam yang telah mereka latih secara rahasia. Momen flashmob ini menjadi representasi visual sempurna dari soliditas, kebersamaan, dan lenyapnya rasa canggung di antara mahasiswa baru. Panitia, alumni, serta penonton yang hadir tak tahan untuk tidak mengabadikan momen emosional tersebut melalui kamera ponsel mereka.
Puncak keriuhan perayaan akhirnya mencapai klimaks mendekati pukul 18.00 WIB saat band penutup, Delosor, menghentak panggung utama. Membawakan musik berenergi tinggi yang memadukan ritme kencang dan lirik-lirik komunikatif, Delosor sukses mengajak seluruh audiens—baik angkatan 2026, panitia, maupun pengunjung dari program studi lain—untuk melompat dan bernyanyi bersama hingga petang menjelang.
Catatan Akhir dari Pelataran FISIP UNS
Ketika acara resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB dan alunan musik memudar menyambut datangnya petang di Surakarta, yang tersisa di pelataran FISIP UNS bukan sekadar sisa-sisa kemeriahan acara, melainkan benih-benih kebersamaan yang telah tertanam kuat.
Puncak Malam Koneksi 2026 "Doelanan" membuktikan bahwa pembekalan mahasiswa baru tidak harus terikat pada pola-pola konvensional yang kaku. Dengan memberikan kepercayaan, kebebasan berkreasi, dan tanggung jawab penuh kepada mahasiswa baru untuk mengelola karya mereka sendiri, HIMAKOM UNS berhasil menciptakan ruang belajar yang humanis sekaligus komunikatif.
Bagi angkatan 2026 Ilmu Komunikasi UNS, sore tanggal 4 Oktober 2026 tersebut akan selalu dikenang sebagai tonggak awal perjalanan akademis dan kemahasiswaan mereka: sebuah momen di mana mereka tidak hanya belajar tentang komunikasi, tetapi menghidupkannya secara nyata di atas panggung seni.
