Konten dari Pengguna

Mengapa Gen Z Suka ke Blok M? Ini 5 Alasannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Sulthan Zaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggunakan AI

Blok M, Tempat Nongkrong yang Kembali Populer di Kalangan Gen Z

Kawasan Blok M di Jakarta Selatan belakangan menjadi salah satu tempat yang menarik perhatian anak muda. Mulai dari berburu kuliner, mengunjungi kedai kopi, berjalan-jalan sore, hingga mengambil foto untuk media sosial, berbagai aktivitas bisa dilakukan di kawasan ini.

Bagi Generasi Z atau Gen Z, pergi ke Blok M bukan sekadar mencari tempat makan. Kegiatan tersebut juga menjadi cara untuk menghabiskan waktu bersama teman, mencoba pengalaman baru, dan mengikuti tren yang berkembang di media sosial.

Fenomena ini menarik karena Blok M sebenarnya bukan tempat baru. Kawasan tersebut sudah lama dikenal sebagai pusat aktivitas anak muda Jakarta. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Review of Humanities Studies menjelaskan bahwa Blok M mengalami perubahan fungsi dan makna dari waktu ke waktu, termasuk sebagai pusat aktivitas anak muda hingga kembali populer sebagai ruang publik perkotaan. (Novantara, Bachrioktora, & Kurnia, 2024).

Lanta, mengapa Gen Z kembali menjadikan Blok M sebagai salah satu tujuan favorit untuk nongkrong?

1. Banyak Aktivitas dalam Satu Kawasan

Salah satu alasan Gen Z suka ke Blok M adalah banyaknya pilihan aktivitas yang bisa dilakukan dalam satu kawasan. Pengunjung dapat mencari makanan, menikmati kopi, mengunjungi ruang kreatif, atau sekadar berjalan-jalan bersama teman.

2. Mudahnya Akses Transportasi Umum

Akses transportasi juga menjadi faktor yang mendukung popularitas Blok M. Kawasan ini terhubung dengan transportasi umum, termasuk MRT Jakarta dan Transjakarta, sehingga pengunjung memiliki pilihan untuk datang tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

3. Pengaru Media Sosial

Konten TikTok dan Instagram tentang tempat makan, suasana kawasan, serta rekomendasi aktivitas membuat Gen Z tertarik untuk datang dan merasakan pengalaman yang sama. Fenomena ini juga dapat berkaitan dengan Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal dari tren yang sedang populer.

4. Sebagai Ruang Ekspresi Diri

Nongkrong di Blok M juga bisa menjadi cara anak muda menunjukkan minat, gaya berpakaian, dan identitas mereka melalui aktivitas maupun konten yang dibagikan di media sosial. Di Blok M, banyak anak muda yang dapat leluasamengekspresikan dirinya melaui gaya berpakaian tenpa harus takut dihakimi.

5. Blok M Menawarkan Pengalaman, Bukan Sekadar Tempat

Jika diperhatikan, alasan Gen Z mengunjungi Blok M tidak hanya berkaitan dengan tempat yang ingin didatangi, tetapi juga pengalaman yang ingin dirasakan. Mereka dapat mencoba makanan baru, menemukan tempat yang belum pernah dikunjungi, bertemu teman, atau menikmati suasana kota. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas rekreasi anak muda.

Mengapa Gen Z Suka ke Blok M?

Popularitas Blok M di kalangan Gen Z dapat dipahami melalui beberapa faktor, mulai dari pilihan aktivitas yang beragam, akses transportasi umum, pengaruh media sosial, hingga kebutuhan untuk bersosialisasi dan mengekspresikan diri.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa tempat nongkrong memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar lokasi untuk makan atau minum. Tempat tersebut dapat menjadi ruang interaksi sosial, pembentukan identitas, dan pertukaran pengalaman.

Pada akhirnya, Gen Z suka ke Blok M bukan semata-mata karena kawasan ini sedang ramai dibicarakan. Daya tariknya juga terletak pada kesempatan untuk menikmati suasana kota, menghabiskan waktu bersama teman, dan menciptakan pengalaman yang bisa dikenang.

Jadi, apakah kamu termasuk yang datang ke Blok M karena penasaran dengan tren di media sosial, ingin berburu kuliner, atau memang sekadar mencari tempat untuk melepas penat?