Wujudkan Panen Aman, KKN FBD 72 Hadirkan Inovasi Ramah Lingkungan Bagi Pertanian

KKN FISIP Bakti Desa 2025, Universitas Brawijaya
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sumbertempur72 KELOMPOK 72 FBD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Malang – Program Kuliah Kerja Nyata FISIP Bakti Desa (KKN FBD) 2025 alan resmi ditutup dengan membawa keberhasilan nyata. Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kepada masyarakat desa melalui program-program inovatif yang berkelanjutan.
Salah satu fokus penting dalam program kerja ini adalah membangun politik memori. Konsep ini diwujudkan melalui program yang tidak hanya selesai di masa KKN, tetapi juga dapat terus diingat dan diterapkan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, dampak kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada saat mahasiswa pulang, melainkan menjadi bagian dari pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
“Melalui politik memori, kami ingin apa yang sudah dijalankan selama KKN terus hidup di tengah masyarakat, menjadi bagian dari cara mereka membangun desanya,” ujar salah satu anggota.
Upaya memperkuat ketahanan pangan di Desa Sumbertempur kini mendapat napas baru melalui inovasi kreatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Fisip Bakti Desa (KKN FBD) ke-72. Program ini tak sekadar agenda pengabdian, tetapi menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
KKN FBD – singkatan dari Fisip Bakti Desa – hadir sebagai gerakan kolaboratif yang mendorong kontribusi nyata mahasiswa di tengah desa. Tahun ini, tim KKN FBD 72 mengusung tema “Kebun Aman, Panen Nyaman”, menghadirkan ide-ide segar untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Desa Sumbertempur.
Sebelumnya, pemerintah desa telah memulai program dengan membagikan bibit sayuran dan buah-buahan. Sayangnya, inisiatif ini belum berjalan mulus. Berbagai hambatan, termasuk masalah gagal panen, menghambat tercapainya hasil optimal.
Menjawab tantangan tersebut, pada Selasa, 16 Juli 2025, mahasiswa KKN FBD menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama kelompok tani di Balai Desa Sumbertempur. Dalam forum ini, para petani menyampaikan kendala mereka, mulai dari pengelolaan lahan hingga penyebab utama gagal panen.
“Melalui FGD ini, kami mendengar langsung keluhan petani. Dari situ, kami menyusun inovasi agar program ketahanan pangan yang sempat terhenti dapat kembali berjalan,” ujar salah satu anggota tim KKN FBD 72.
Dari hasil diskusi, lahirlah berbagai solusi, antara lain pengelolaan lahan yang lebih efektif, pembuatan pestisida alami ramah lingkungan yang di fasilitatori oleh Adelia Salsa Sabrina dan rancangan alat pengusir hama bertenaga surya karya rancangan Putra Zaky Jubran Inovasi ini diharapkan mampu mengatasi masalah hama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu juga untuk menambah ingatkan kolektif masyarakat, disebarkannya browsur mengenai ketahanan pangan (kalender panen & cara perawatan pembibitan)
Sebagai perwakilan mahasiswa KKN FBD 72 Desa Sumbertempur Najwa Haura Nabila menginovasi terus mendorong terwujudnya ketahanan pangan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menyebarkan brosur edukasi kepada warga. Brosur ini berisi panduan praktis tentang cara penanaman bibit sayuran dan buah-buahan yang efektif serta kalender panen agar masyarakat dapat mengatur waktu tanam dan panen dengan lebih terencana.
Langkah ini diharapkan dapat membantu petani dan warga sekitar mengoptimalkan hasil kebun, meminimalisir gagal panen, serta mendukung program ketahanan pangan desa. “Dengan brosur ini, kami ingin informasi mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan masyarakat,” ungkap salah satu anggota KKN FBD 72.
Poster pestisida alami vs kimia dan poster ketahanan pangan
Mahasiswa KKN FBD 72 Desa Sumbertempur Rafael Natha Amukti Perwira melakukan edukasi kepada warga melalui penyebaran poster informatif tentang perbandingan pestisida kimia dan pestisida alami. Poster ini memuat penjelasan singkat mengenai bahaya penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan, kesehatan manusia, dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Sebagai alternatif, tim KKN memperkenalkan pestisida alami yang lebih aman, ramah lingkungan, dan mudah dibuat dari bahan sekitar. “Kami ingin masyarakat tahu ada cara yang lebih sehat dan murah untuk melindungi tanaman,” ungkap Rafael. Langkah ini diharapkan mendorong petani beralih ke metode yang lebih berkelanjutan.
Poster ketahanan pangan
Mahasiswa KKN FBD 72 Desa Sumbertempur Ho Gabriela Ghita Jayaputera menggelar edukasi publik dengan menyebarkan poster informatif tentang cara menjaga ketahanan pangan. Poster tersebut memuat panduan sederhana seperti pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayur dan buah, pengaturan pola tanam, serta pentingnya mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar desa.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah,” ujar salah satu anggota KKN. Dengan cara ini, warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus mendukung program ketahanan pangan desa.
Kolaborasi pun menjadi kunci keberhasilan. Mahasiswa bekerja sama dengan kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Masyarakat (Pokmas), serta warga pemilik lahan yang tengah menanam sayuran dan buah-buahan.
“Dengan Kebun Aman, Panen Nyaman, kami ingin menghadirkan solusi praktis sekaligus berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil panen yang lebih stabil,” tambah perwakilan KKN FBD 72.
Program ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali ketahanan pangan di Desa Sumbertempur, sekaligus membuktikan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
