10 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Surat Lamaran Kerja

MEDAN, SumutNews.com | Kamu capek melamar kerja kesana kemari, posting lamaran di situs penyedia lowongan kerja tapi tak kunjung mendapat panggilan interview ? mungkin kesalahannya ada pada surat lamaran yang kamu buat.
Berikut ini daftar beberapa kesalahan yang dapat dikatakan “fatal” ketika kamu membuat sebuah surat lamaran kerja :
1. Salah mencantumkan nama perusahaan yang kamu tuju dalam surat lamaran
Mungkin kamu ingin melamar ke perusahaan ‘A’ namun di surat lamaran kamu malah menuliskan perusahaan ‘B’. Lebih apes lagi kalau ternyata perusahaan ‘B’ merupakan saingan dari perusahaan ‘A’
Saran: Pastikan kamu memasukkan surat lamaran yang benar ke perusahaan yang kamu tuju. Jika kamu mengirimkan surat lamaran sekaligus ke beberapa perusahaan, pastikan surat lamaran kamu terkirim ke perusahaan yang benar.
2. Tidak mencantumkan posisi yang kamu lamar dalam surat lamaran
Hal ini akan menyebabkan perusahaan yang menerima surat lamaran kamu berfikir, kamu ini serius mau melamar kerja atau hanya sekedar iseng. Kesalahan ini sering dilakukan terutama oleh pelamar kerja pemula. Paling tidak kamu tahu mengenai job desk dari posisi yang kamu lamar, jika belum mendapat gambaran usahakan melakukan survei tentang pekerjaan dan perusahaan tersebut.
Saran: Pastikan kamu tahu posisi apa yang sedang kamu lamar, dengan melamar ke posisi yang spesifik dalam sebuah perusahaan kamu akan mudah untuk mengetahui dan mengukur kompetensi kamu sendiri dalam melakukan sebuah pekerjaan.
3. Tidak melampirkan foto
Sebagus apapun surat lamaran kamu persiapkan, tak ada gunanya jika kamu tidak melampirkan foto terbaru. Foto menjadi syarat utama yang wajib kamu lampirkan dalam berkas surat lamaran. Kecuali disyaratkan melampirkan foto dalam ukuran dan jumlah tertentu, kamu boleh melampirkan foto disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang kamu lampirkan
Saran: Jangan gunakan pas photo sekolah dalam surat lamaran kamu, sebisa mungkin tampillah rapi memakai jas atau blazer dan jangan lupa tersenyum. Foto menjadi alat peraga yang menggambarkan diri kamu dalam sebuah surat lamaran.
4. Menulis surat lamaran dengan tulisan tangan
Rata-rata sebuah pekerjaan profesional menuntut format surat lamaran menggunakan komputer. Kecuali disyaratkan harus menggunakan tulisan tangan, jangan sekali-kali menulis surat lamaran dengan tulisan tangan, apalagi menggunakan pensil.
Saran: Surat lamaran yang diketik rapi menggunakan komputer setidaknya secara tidak langsung menunjukkan kemampuan kamu dalam mengoperasikan komputer.
5. Tidak mencantumkan nomor telepon/email yang bisa dihubungi
Tidak seperti dulu, zaman sekarang perusahaan tidak lagi mengirimkan surat panggilan kepada kandidat yang terpilih. Bahkan terkadang pengumuman kelulusan diumumkan secara online atau via email
Saran: Pastikan kamu mencantumkan nomor telepon/email yang memudahkan kamu untuk dihubungi.
6. Tidak melampirkan dokumen-dokumen pendukung
Sebuah surat lamaran secara umum hendaknya dilengkapi dengan dokumen pendukung, antara lain daftar riwayat hidup, foto diri terbaru, foto copy ijazah terakhir, dan fotocopy kartu identitas
Saran: Sebaiknya lampirkan juga foto copy sertifikat pelatihan yang kamu miliki, dan surat referensi dari perusahan kamu sebelumnya.
7. Menggunakan format daftar riwayat hidup standar
Kamu pasti tahu format daftar riwayat hidup standar yang biasanya dijual di kantor pos atau toko stationery. Sebaiknya jika tidak disyaratkan, hindari menggunakan format daftar riwayat hidup tersebut.
Saran: Gunakan format daftar riwayat hidup profesional yang template-nya bisa kamu dapatkan di internet. Jika kamu melamar melalui situs penyedia lowongan kerja, pastikan kamu mencantumkan riwayat hidup dan pengalaman kerja relevan yang dimiliki secara lengkap.
8. Tidak menandatangani surat lamaran
Kesalahan ini paling sering umum terjadi karena faktor lupa. Remeh namun fatal. Bayangkan, di surat lamaran kamu menggunakan kata-kata pembuka seperti, “saya yang bertanda tangan dibawah ini.. bla.. bla..” namun mana tanda tangan kamu?
Seringkali dari surat lamaran yang kamu buat, terkadang secara tidak langsung kamu akan digambarkan sebagai kurang teliti dalam menyiapkan dokumen. Jelas ini akan mengurangi nilai kamu bahkan sebelum kamu dipanggil interview.
Saran: Sebaiknya gunakan ballpoin berwarna hitam yang jelas namun tidak bermata tebal untuk menandatangani surat lamaran kamu.
9. Mencantumkan besaran gaji
Kecuali disyaratkan, sebaiknya jangan mencantumkan gaji yang diinginkan dalam surat lamaran kamu. Biarkan proses negosiasi terjadi saat kamu mendapat kesempatan interview dan memang ditanyakan oleh pihak perusahaan.
Saran: Sebaiknya jika kamu pelamar pemula jangan menetapkan besaran gaji, kecuali kamu adalah seorang profesional dengan segudang pengalaman.
10.Tidak menuliskan apapun di amplop surat lamaran
Sebaiknya tuliskan nama perusahaan yang kamu lamar lengkap dengan alamat di bagian depan amplop, dan nama dan posisi yang kamu lamar di bagian belakang atau sudut kiri atas amplop, terutama jika kamu mengirimkan surat lamaran melalui pos. Jangan sampai surat lamaran kamu malah berakhir di tempat pembuangan sampah hanya karena bukan dikira sebagai sebuah surat lamaran
Saran: Gunakan amplop cokelat besar dan polos standar, sebaiknya hindari menggunakan amplop putih untuk mengirim surat apalagi menggunakan stofmap folio.
Sekali lagi sebelum mengirim atau mengantarkan surat lamaran, pastikan dan check kembali apakah kamu sudah mematuhi aturan-aturan di atas.
Ingatlah sebuah surat lamaran adalah etalase diri kamu, cantumkan hal-hal positif tentang diri kamu namun jangan sampai berlebihan juga. Semoga sukses dalam mendapatkan pekerjaan impian-mu!
Content Writer : Agoez Perdana
