BMKG Medan: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa di Sinabang

MEDAN | Gempa bumi terjadi di daerah Sinabang, Aceh tepatnya di koordinat 2,3 LU dan 96,32 BJ pada Selasa siang (7/1/2020).
Hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,4 dan diupdate 6,1 tersebut di Medan.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Medan Eridawaty.
Ia mengatakan, dari hasil laporan masyarakat di Kota Medan dampak dari kekuatan gempa 3 Modified Mercally Intensity (MMI), sementara di Sinabang dirasakan 4 MMI.
"Artinya 3 MMI getaran dirasakan nyata di dalam rumah, 4 MMI lebih banyak lagi masyarakat yang merasakanya," katanya.
Dari pemantauan dan laporan masyarakat juga belum ada terjadi kerusakan akibat gempa. Hingga pukul 14.04 wib, sudah terjadi 4 kali gempa susulan dengan magnitudo di bawah 5.
"Kita tidak melihat ciri-ciri akan terjadinya tsunami," ujarnya.
Eridawaty mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima beberapa telepon dari masyarakat terutama untuk menanyakan kebenaran informasi terjadinya gempa.
"Sudah beberapa telfon sudah kita respon, dari Hotel Cambridge, salah satunya, menanyakan informasi gempa bumi yang dirasakan di Medan. Artinya masyarakat ingin mengetahui informasi secara resmi," cetusnya.
Sementara itu, pengunjung Gedung CIMB Niaga di Jalan Imam Bonjol, Medan berhamburan keluar gedung karena gempa bumi tersebut.
Salah seorang pengunjung bernama Putri mengaku merasakan gempa yang terjadi. Saat itu, ia sedang berada di lantai 8 dan bekerja sebagai pegawai swasta yang berkantor di Gedung CIMB Niaga.
"Sekitar 1 menit gitu, habis itu berhenti. Tapi, 1 menit kemudian terasa lagi. Itulah kami langsung pada turun untuk keluar gedung," jelasnya.
Ia mengaku, saat hendak turun dengan menaiki lift ternyata berebut dengan pegawai lainnya.
"Pada panik dan semua menuju lift untuk turun ke bawah. Makanya, sempat ditahan oleh petugas security karena khawatir liftnya enggak bisa beroperasi," pungkasnya. | SUMUTNEWS
