News
·
21 April 2021 16:10

Menikmati Hamparan Hijau di Sawah Lukis, Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Konten ini diproduksi oleh SUMUT NEWS
Menikmati Hamparan Hijau di Sawah Lukis, Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa (354041)
Lokasi wisata Sawah Lukis menjadi daya tarik tersendiri di Kota Binjai.
MEDAN | Jika bingung ingin mengisi waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa datang, ada baiknya berkunjung ke Sawah Lukis. Di tempat ini, hamparan hijau seluas 8.000 meter persegi ada di depan mata.
ADVERTISEMENT
Lokasinya hanya berjarak sekitar 31 km dari pusat Kota Medan. Dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Tepatnya di Berada di Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Lokasi wisata ini sudah hits sejak setahun terakhir. Tempat ini menyediakan berbagai spot foto menarik. Adi, namanya. Pengunjung Sawah Lukis itu mengaku sengaja membawa keluarganya ke Sawah Lukis menikmati suasana sawah sambil berbuka puasa di tempat tersebut.
Berbagai makanan dan minuman menggugah selera tersedia dengan harga terjangkau. "Habis salat Ashar, saya bersama istri dan anak-anak langsung ke sini, ngabuburit sambil buka puasa,” kata Adi, warga Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (20/4) sore.
Dijelaskannya, mengisi waktu menjelang berbuka puasa di Sawah Lukis sangat mengasyikkan. Lokasinya tak jauh dari pusat Kota Medan. Berada di area persawahan dan jauh dari pusat keramaian.
Menikmati Hamparan Hijau di Sawah Lukis, Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa (354042)
Seolah tak peduli terik matahari, seorang anak pengunjung Sawah Lukis bersantai di salah satu spot foto di lokasi tersebut.
Di Sawah Lukis menjadi tempat rekreasi dan menyegarkan kembali pikirannya setelah sibuk menjalani rutinitas bekerja. "Lokasinya enggak jauh dari rumah, apalagi saat akhir pekan seperti ini, sekalian aja ngabuburit dan rekreasi sama keluarga,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
Amelia, pengunjung lainnya, datang ke Sawah Lukis bersama teman-temannya. Wanita yang tinggal di kawasan Jalan Medan-Binjai, Kilometer 16, Kabupaten Deli Serdang, mengetahui Sawah Lukis dari media sosial Instagram.
Setelah stalking-stalking Instagram, wanita 17 tahun itu memutuskan ngabuburit di Sawah Lukis, Binjai bersama 5 orang temannya. Diakui Amelia, saat berada di Sawah Lukis, dirinya merasa tenang, karena melihat hijaunya hamparan sawah.
"Tenang di sini, banyak angin, lokasinya juga enak, enggak jauh kali dari rumah. Sekalian buka puasa di sini sama teman-teman," ujarnya.
Menurutnya, aktivitas yang dilakukannya di Sawah Lukis selain bersantai sambil menunggu berbuka puasa, juga memanfaatkan berbagai spot foto yang ada. Amelia berencana memajang foto-fotonya di Sawah Lukis di akun Instagram miliknya.
ADVERTISEMENT
"Tadi foto-foto juga, bagus-bagus. Mau saya upload di IG (Instagram). Saya juga mau rekomendasi ke keluarga di rumah, kalau mau ngabuburit di sini aja, tenang dan nyaman," ujarnya.
Ditemui di lokasi, Founder Sawah Lukis, Ahmadi menjelaskan, Sawah Lukis merupakan salah satu kafe di tengah sawah. Masyarakat bisa ngabuburit jelang buka puasa sambil melihat keindahan sawah yang dipadukan dengan kondisi langit jelang matahari tenggelam
"Ada juga musik religi yang di-cover oleh komunitas musisi Binjai, dan panggungnya berada di tengah sawah," jelasnya.
Di Sawah Lukis, pihaknya menawarkan menu makanan dan minuman khas pedesaan, dan makannya juga langsung di pinggir sawah seperti ikan bakar, dan minuman es kelapa muda. "Berbagai makanan dan minuman yang khas dengan desa, tersedia di sini," ujarnya.
Menikmati Hamparan Hijau di Sawah Lukis, Sambil Menunggu Waktu Berbuka Puasa (354043)
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati sajian makanan dan minuman khas pedesaan sambil menikmati suasana sawah.
Sebenarnya, Sawah Lukis buka di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Saat itu, masyarakat sudah sangat bosan dengan keadaan, dengan adanya lockdown. Bagi masyarakat yang berkunjung, diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.
ADVERTISEMENT
"Setiap meja kita semprot disinfektan secara berkala. Bulan 7 nanti, Sawah Lukis genap setahun," ucapnya.
Jam Operasional
Sawah Lukis pada hari biasa buka pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB. Di bulan Ramadan buka lebih lama, yaitu pukul 11.00 WIB sampai 20.00 WIB. Harga menu makanan untuk berbuka mulai Rp 19.000-an.
"Pengunjungm, selama Ramadan, karena Sawah Lukis dekat akses tol, jadi banyak tamu dari luar Binjai, persentasenya 50 dari Binjai dan 50 lagi dari luar," terangnya.
Di Sawah Lukis, kata dia, pengunjung bisa menikmati sunset sky view. Menurutnya, sambil ngabuburit menunggu buka puasa, dan menunggu makanan, pengunjung tidak akan bosan, karena bisa berkeliling sambil foto-foto.
"Selama Ramadan, kita buka di hari ketiga sampai Ramadan ke-29," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Terinspirasi dari Jepang
Disinggung konsep Sawah Lukis, Ahmadi mengaku terinspirasi dari Jepang. Sawah Lukis di Binjai mengusung konsep menanam padi yang dipola atau digambar. Saat pertama kali buka, ada gambar tanaman padi berbentuk i love you, lalu orang pakai masker, dan pola saranghaeyo.
"Tiap musim gambarnya berbeda. Padi bergambar itu seni lukis sawah dari Jepang, terinspirasi dari sana. Di sini kita kombinasikan dengan kuliner dan spot foto," ujarnya. | SUMUT NEWS