Modal 3 Gram Emas, Masyarakat Dapat Daftar Haji di Pegadaian

MEDAN, SumutNews.com | PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Mekkah. Dengan mendaftarkan diri beserta jaminan 3 gram emas, masyarakat telah mendapatkan nomor porsi haji.
"Jadi dengan 3 gram emas atau setara uang Rp 1,9 juta, masyarakat bisa daftar haji melalui Pegadaian dan langsung dapat nomor porsi haji," kata Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Hakim Setiawan kepada wartawan, Senin (20/5/2019).
Dalam penyelenggaraannya, PT Pegadaian bekerjasama dengan bank - bank syariah yang ada. "Program ini bukan menjamin masyarakat untuk dapat memperoleh keberangkatan haji lebih cepat. Kita hanya memfasilitasinya saja. Namun, dengan jaminan 3 gram emas masyarakat langsung mendapatkan porsi haji," ujarnya.
Kedepannya, Pegadaian akan meluncurkan Produk Pembiayaan Ibadah Umroh. "Masyarakat pastinya lebih dimudahkan dalam hal pembiayaan," ungkapnya.
Menurut Hakim, bisnis gadai masih menjadi produk primadona bagi masyarakat sebagai tambahan modal dalam berbagai kebutuhan hidup.
"Produk lain seperti pembiayaan mikro, tabungan emas, kepemilikan kendaraan bermotor (Amanah), Arrum Haji, dan lain-lain juga mendorong penyaluran pembiayaan sepanjang kuartal I 2019," kata Hakim Setiawan.
Hingga akhir April 2019 PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan mencatat laba 156 miliar, dari target yang ditetapkan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) du bulan April 2019 Rp 165 miliar atau 94,27%.
Sementara target laba yang harus dicapai Kanwil Medan di tahun 2019 sebesar Rp 496 miliar. "Kita optimis mencapai target laba tersebut, khususnya selama bulan Ramadan 1440 H/2019," ungkapnya.
Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai program, seperti promo Gempita Lebaran (GEMPAR). Dimana, masyarakat yang bertransaksi di Pegadaian dengan jaminan BPKB, pembiayaan kendaraan bermotor, pembiayaan ibadah haji dan pembiayaan emas memperoleh cashback hingga Rp 2 juta.
"Untuk promo Badai Emas masyarakat yang menggunakan produk KCA /Rahn dan Gadai Tabungan Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) mulai Rp 1 juta, akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan satu unit Mobil Mitsubishi XPander dan satu unit rumah," jelasnya.
Ia menjelaskan, hingga akhir April 2019 Pegadaian Medan mencatat pencapaian Outstanding Loan (OSL) Rp 3,258 triliun atau 108,99% dari target OSL yang ditetapkan Rp 2,989 triliun. Dimana, target OSL pada tahun 2019 ditetapkan Rp 3,391 triliun.
"Saat ini PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan memiliki 282 outlet, 501 agen dan 164 BPO yang tersebar di 4 area Deputy Bisnis, yakni Banda Aceh, Medan 1, Medan 2 dan Rantau Prapat," tambahnya.
Sebagai contoh, produk Tabungan Emas selain menjadi skema menabung menukar rupiah menjadi emas, dana yang telah dikonversi menjadi emas dapat dimanfaatkan masyarakat sewaktu-waktu jika memerlukan pembiayaan.
Pegadaian juga terus melakukan pengembangan pembiayaan selain gadai untuk membantu para pengusaha mikro dan kecil, pelaku usaha kreatif, serta masyarakat lainnya.
"Fitur pembiayaan Kreasi, Krasida dan Arrum menjadi solusi bagi para pelaku usaha yang ingin mendapatkan tambahan modal. Pegadaian juga memiliki pembiayaan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat," akunya.
Pegadaian juga melayani pembiayaan modal usaha dengan agunan Sertifikat Tanah yang disebut dengan Rahn Tasjily Tanah, yang diminati masyarakat dalam mendapatkan dana segar untuk tambahan modal usaha.
"Skema pembiayaan syariah dengan cara channeling turut menambah dan mempermudah masyarakat dalam menentukan pilihan untuk memperoleh kebutuhan dalam pengembangan usaha," cetusnya.
Menyemarakan lebaran Idul Fitri 2019, PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan juga mengadakan Mudik Gratis, yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
"Mudik gratis tersebut terbatas khusus bagi nasabah setia PT Pegadaian (Persero), yang akan melakukan mudik dengan tujuan Medan - Padang, Medan - Panyabungan, Medan - Rantauprapat dan Medan - Banda Aceh," pungkasnya.
