Kumparan Logo
Konten Media Partner

Nasib Siti Sepeninggal Neneng Akan Tetap Jadi Gajah Tunggangan

SUMUT NEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gajah Neneng yang mati di Kebun Binatang Medan Zoo. Foto: SumutNews
zoom-in-whitePerbesar
Gajah Neneng yang mati di Kebun Binatang Medan Zoo. Foto: SumutNews

MEDAN | Gajah Neneng (55) dan Siti (51) merupakan penghuni di Kebun Binatang Medan sejak 15 tahun yang lalu menjadi tunggangan pengunjung.

Tidak diketahui sejak kapan keduanya menjadi gajah tunggangan. Kini gajah Siti sendirian 'menanggung beban' pengunjung yang ingin menungganginya.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairy mengatakan, di Kebun Binatang Medan memang hanya ada dua gajah sumatera tersebut. Keduanya berjenis kelamin betina dan usianya lebih dari setengah abad.

"Gajah Siti akan tetap jadi tunggangan. Tapi kita atur agar tidak capek. Durasinya, karena dia sendiri kan. Tidak sama Neneg, sendiri lah," katanya, Sabtu (25/1).

Aktifitas gajah Neneng dan Siti selama ini menjadi tunggangan khususnya ketika hari libur. Menurutnya, yang biasanya menungganginya adalah anak-anak. Di luar itu, kedua gajah selama ini lebih banyak bermain di areal Kebun Binatang yang seluas 30 hektare.

"Ini kebuhtuhan masyarakat juga tinggi. Bagaimana naik gajah itu adalah daya tarik. Kebutuhan masyarakat lah. Bagaimana untuk menyesuaikan tapi tidak mengarah ke situ," ujarnya.

Selama ini untuk dapat menunggang gajah, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 5000 - Rp 10.000/orang. Dia mengaku sedang tidak memegang data berapa banyak orang yang menunggang gajah setiap hari libur. Terkait hal tersebut dia mengaku prihatin karena menurutnya hanya yang negatif saja yang dilihat di Kebun Binatang Medan

"Kita prihatin juga, hanya yang negatif saja semua yang di kebun binatang kita. Kalau mau melihat langsung hewan-hewannya bagus. hanya infrastruktur saja. Keuangannya tidak memadai. Silakan cek," cetusnya.

Di lokasi gajah Siti tidak terlihat berada di sekitar lokasi nekropsi gajah Neneng. Seorang penjual minuman di sekitar, Yani mengatakan, kemungkinan besar gajah Siti sedang diangon oleh mahout atau pawang gajah untuk mencari makan.

"Tapi mungkin juga lagi bawa tamu bang, keliling," pungkasnya. | SUMUTNEWS