Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pembuang Bangkai Babi ke Sungai di Sumut Terancam Penjara 10 Tahun

SUMUT NEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menarik bangkai babi di Danau Siombak. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menarik bangkai babi di Danau Siombak. Foto : Istimewa

MEDAN | Bau busuk dan menyengat menyeruak di Danau Siombak, Medan. Warga mengeluh dan meminta agar bangkai babi diangkut.

Personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Medan Labuhan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kebersihan dan jajaran lainnya pada Senin (11/11) berkumpul di Danau Siombak untuk 'penanaman' bangkai babi.

Sejak pagi seratusan orang dari berbagai pihak terkait, berada dekat pondok untuk menarik bangkai-bangkai babi ke satu titik pengumpulan, yang jaraknya sekitar 10 menit menggunakan boat.

Agusti, di pondok Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan mengaku, tidak tahan dengan bau busuk yang muncul sejak dua minggu terakhir.

Pondok itu berada di bibir danau buatan itu. Tak jauh dari pondok itu, hanya ada satu bangkai babi berukuran besar yang tersangkut di antara sampah dan enceng gondok di samping sebuah perahu.

"Bagus lah semua di sini, bantu lah kami supaya ditarik ke mana lah bangkainya. Bau kali di sini. Kadang ada tiga atau lima ekor. Kemarin juga ada yang di dalam goni, bangkai anakan babi," katanya.

Menurutnya, awalnya ada sekitar dua minggu lalu, hanya satu dua bangkai saja yang nampak. Beberapa hari kemudian semakin banyak.

"Sudah tak tahan kali ini baunya. Entah dari mana bangkainya. Jangan lah dibuang ke sungai, kami di bawah ini yang nanggung baunya," katanya.

Syafri, seorang nelayan mengatakan, ada seratusan bangkai babi yang dilihatnya di Danau Siombak dan juga di Sungai Bedera. Bangkai babi itu banyak menyangkut di pinggiran sungai dan pohon nipah.

"Banyak kali lah. Jangan nanya baunya. Mau muntah lah," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armansyah Lubis, mengatakan hari ini ada pihak dari pihak Kecamatan, BPBD Dinas Kebersihan, Kepolisian, Satpol PP, dan lainnya yang bekerja untuk menanam bangkai dengan alat berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armansyah Lubis. Foto : Istimewa

"Tadi kami sudah ke TKP dengan Kapolsek dan lainnya. Tadi kami lihat kondisinya ada yang sudah tak ada lagi dagingnya, ada juga yang baru ke titik pengumpulan bangkai," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Medan, Muthia Nimphar, mengatakan pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air danau.

"Kami mengimbau untuk tidak menggunakan air. Kalau ada yang sakit segera ke puskesmas. Dampaknya dari sini bisa diare, demam, flu," katanya.

Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Krimsus Polda Sumut untuk menindak lanjuti tersangka yang membuang bangkai babi ke alur sungai dan bisa membuat orang sakit.

Ketika ditanya apakah sudah ada yang menjadi tersangka dalam kasus ini, menurutnya saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kita masih lidik yang buang ke sungai. Kita juga lidik ke peternakan di Tanjung Gusta dan Percut. Ini masuk pencemaran lingkungan hidup, ancaman di atas 10 tahun," pungkasnya. | SUMUT NEWS