Racun Rumput Diduga Penyebab 16 Ekor Sapi Mati di Perkebunan di Asahan

MEDAN | Sebanyak 16 ekor sapi ditemukan mati di kebun kelapa sawit milik US di Dusun X, Desa Aek songsongan, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, Sumut pada Sabtu (4/4).
Sapi itu diduga mati karena racun yang disemprotkan untuk rumput dan serangga. Namun demikian, warga menerima kejadian tersebut dan tidak membuat laporan ke polisi.
Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto mengatakan, sebelum sapi itu ditemukan mati pihak perkebunan melakukan penyemprotan kebun itu.
"Pakai racun rumputkah, racun apakah, untuk serangga. Tahu-tahu sudah banyak ternak yang mati. Disimpulkan sementara akibat racun yang disemprot," katanya, Senin (6/4).
Ia mengatakan, sapi-sapi itu dilepas begitu saja oleh pemiliknya saat mencari makan. Dalam kasus itu, katanya, tidak ada sanksi yang diberikan kepada siapapun karena tidak ada unsur kesengajaan.
"Pemilik ternak sudah menerima kejadian itu. Ibarat kata punya kebun, disemprot di situ. Tahu-tahu ada ternak masuk lalu mati, itu tidak disengaja," ujarnya.
Kapolsek Bandar Pulau, AKP Anggun Andika Putra mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada 22 ekor ternak sapi yang mati. Pihaknya lalu ke lokasi dan diketahui ada 16 ekor yang mati.
"Kami tanya siapa pemilik lahan dan pemilik sapi. Saya tanyakan apakah mau melapor atau bagaimana. Sempat ada riak katanya diracun, ditanya racunnya mana, tidak didapat racunnya itu," jelasnya.
Mengenai kasus kematian sapi di dalam kebun kelapa sawit, dirinya sempat bertanya kepada beberapa pihak.
Menurutnya, pemilik kebun saat akan menyemprot racun untuk rumput atau serangga, pasti menyampaikan ke warga yang memiliki sapi yang biasanya makan rumput di dalam kebun.
"Sampai terakhir tidak ada yang membuat laporan ke kita. Hanya saja mereka meminta agar sapi yang mati itu dikuburkan di kebun milik US. Jadi sebenarnya sudah tuntas," cetusnya.
Ia menjelaskan, Dinas Peternakan Asahan sudah mengambil sampel dari sapi yang mati untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyebab kematian sapi tersebut.
"Iya. Sampelnya dibawa Dinas Peternakan ke laboratorium," akunya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Muhaimin membenarkan adanya 16 ternak sapi yang mati di kebun tersebut.
"Sudah dibawa sampelnya ke laboratorium. Kita menunggu hasilnya dulu," pungkasnya. | SUMUTNEWS
