Kumparan Logo
Konten Media Partner

Seekor Tapir Terjebak Dalam Kubangan Lumpur di Asahan

SUMUT NEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor Tapir Terjebak Dalam Kubangan Lumpur di Asahan
zoom-in-whitePerbesar

MEDAN, KabarMedan.com | Seekor tapir (Tapirus indicus) terjebak dalam kubangan di areal perkebunan Dusun 2, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu (17/8/2019).

Tapir semula dilihat oleh salah satu warga menyeberang jalan pada Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Warga pun mencoba mendekati, namun Tapir tersebut lari dan terperosok ke dalam kubangan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Hotmauli Sianturi mengatakan tapir sempat mengalami stress karena dikerumuni banyak orang. Pihaknya, belum mengetahui apakah ada luka atau sakit sehingga perlu dicek oleh dokter dan ditenangkan dulu kondisinya.

Informasi yang dihimpun, tapir tersebut dievakuasi Alfa dan dibawa ke Taman Hewan Pematang Siantar (THPS).

"Tapir sementara dirawat di Siantar, kalo sudah sehat rencananya akan kita release ke alam,” katanya, Senin (20/8/2019).

Haray Sam Munthe, direktur Sumatran Tiger Rangers dan Pendiri Yayasan Alam Liar Sumatera mengatakan, jika kondisi tapir terlihat sehat dan tidak terluka, sebaiknya langsung dilepaskan saja kembali ke habitatnya.

Ia mengaku, sangat disayangkan jika kondisi yang sehat harus dikurung atau dipenjarakan di kebun binatang menjadi tontonan.

"Saya pikir ini kejahatan terhadap hewan yang dapat mengganggu ekosistem. Karena tapir juga memiliki peran penting dalam ekosistem habitatnya," ungkapnya.

Harray menilai, kemunculan tapir dari Suaka Margasatwa Dolok Surungan merupakan indikator rusaknya kawasan konservasi yang peruntukannya adalah konservasi tapir dan harimau sumatera.

Sangat disayangkan tidak adanya pengenalan satwa kepada karyawan dari pihak perusahaan Perkebunan kelapa sawit PTPN III, Asahan ini.

"Sehingga karyawan perusahaan tidak mengenal tapir dan mengejar- ngejarnya di areal kebun kelapa sawit hingga tertangkap dan dibawa ke Taman Hewan Pematang Siantar (THPS)," jelasnya.

Pihaknya berharap, tapir segera dipulangkan ke habitatnya. BKSDA SU dan PTPN III harus segera meningkatkan kesadaran warga sekitar SM Dolok Surungan, khususnya karyawan perkebunan kelapa sawit yang arealnya tidak jauh dari kawsan konservasi Suaka Marga Satwa Dolok Surungan.